Parmi Notes Random short any article
Posted on
kesehatan

SILINDRIS

Author

Versi Ringkas:

Silindris (astigmatisme) adalah kelainan mata di mana kornea atau lensa mata tidak berbentuk bulat sempurna (seperti bola), melainkan lebih oval (seperti telur). Akibatnya, cahaya tidak fokus pada satu titik di retina, menyebabkan penglihatan buram atau berbayang untuk jarak jauh maupun dekat.

  • Penyebab: Bisa bawaan lahir, cedera mata, atau bekas operasi (misalnya katarak).
  • Gejala: Pandangan kabur, sulit melihat garis lurus, mata lelah.
  • Penanganan: Kacamata/lensa silindris, LASIK, atau operasi dengan lensa torik (jika pasien menjalani operasi katarak).
  • Setelah Operasi Katarak:
    • Jika tidak dikoreksi, silindris tetap ada.
    • Bisa dihilangkan dengan lensa torik atau teknik insisi khusus (seperti limbal relaxing incisions/LRI).

Versi Detail:

1. Apa Itu Silindris (Astigmatisme)?

  • Definisi: Gangguan refraksi di mana kelengkungan kornea atau lensa mata tidak merata, sehingga cahaya yang masuk difokuskan pada beberapa titik di retina (bukan satu).
  • Analog Sederhana:
    • Mata normal seperti bola basket (permukaan rata di semua sisi).
    • Mata silindris seperti bola rugby (ada sisi yang lebih curam).

2. Penyebab Astigmatisme

  • Bawaan Lahir: Banyak orang terlahir dengan kornea sedikit tidak simetris.
  • Cedera Mata: Goresan kornea atau pembengkakan.
  • Penyakit Mata: Keratoconus (penipisan kornea).
  • Pasca-Operasi: Bekas sayatan operasi katarak bisa mengubah bentuk kornea.

3. Jenis Astigmatisme

  • Regular: Kelengkungan tidak rata tapi masih teratur (bisa dikoreksi pakai kacamata).
  • Irregular: Kelengkungan tidak teratur (misalnya karena keratoconus, butuh lensa khusus atau transplantasi kornea).

4. Koreksi Astigmatisme

  • Non-Bedah:
    • Kacamata Silindris: Lensa khusus dengan kekuatan tambahan di satu sumbu.
    • Lensa Kontak Torik: Dirancang untuk menetralkan ketidakteraturan kornea.
  • Bedah:
    • LASIK/PRK: Menggunakan laser untuk membentuk ulang kornea.
    • Lensa Torik Saat Operasi Katarak: Jika pasien operasi katarak sekaligus ingin hilangkan silindris.
    • Limbal Relaxing Incisions (LRI): Sayatan kecil di kornea untuk meratakan kelengkungan.

5. Astigmatisme Pasca-Operasi Katarak

  • Jika Tidak Dikoreksi:
    • Pasien mungkin masih perlu kacamata silindris meski katarak sudah hilang.
  • Jika Dikoreksi:
    • Lensa Intraokular Torik: Mengganti lensa alami mata dengan lensa buatan yang sekaligus memperbaiki silindris.
    • Teknik LRI: Sayatan kecil di tepi kornea untuk mengurangi ketidakteraturan.

6. Apakah Silindris Bisa Sembuh Total?

  • Ya, jika penyebabnya bisa diatasi (misalnya dengan operasi kornea atau lensa torik).
  • Tidak, jika karena faktor genetik atau kerusakan permanen (hanya bisa dikoreksi, tidak disembuhkan).

7. Tips untuk Pasien Silindris

  • Periksa mata rutin untuk update resep kacamata.
  • Jika mau operasi katarak, tanyakan opsi lensa torik atau LRI.
  • Hindari menggosok mata keras-keras (risiko memperburuk astigmatisme).

Catatan: Hasil koreksi silindris tergantung pada tingkat keparahan dan metode yang dipilih. Konsultasi ke dokter mata spesialis refraksi atau bedah katarak untuk solusi terbaik.

Semoga membantu 😊