Parmi Notes Random short any article

SD-WAN Parameter (2)

Apakah benar di Starlini mereka menggunakan BGP di inter Satelit ?


Kita tidak punya dokumen publik lengkap tentang arsitektur internal Starlink. Jadi sebagian bisa dijelaskan dari informasi resmi dan publikasi teknis, sebagian lagi adalah rekonstruksi logis berdasarkan bagaimana jaringan modern biasanya dibangun. Kita perlakukan ini sebagai model kerja yang sangat masuk akal, bukan kebenaran absolut.

Sekarang ke inti pertanyaan:

Apakah Starlink memakai BGP untuk routing antar satelit?

Jawaban pendeknya: hampir pasti BGP digunakan di tepi jaringan (edge), tetapi sangat kecil kemungkinan BGP dipakai sebagai mekanisme utama routing antar satelit secara real-time.

Kenapa?

Karena BGP dirancang untuk jaringan antar Autonomous System di internet publik. Ia lambat konvergensinya, berbasis kebijakan, dan tidak dirancang untuk topologi yang berubah setiap menit.

Starlink adalah jaringan LEO (Low Earth Orbit). Satelitnya bergerak sekitar 7,5 km per detik. Topologi berubah terus-menerus. Jalur terbaik antara dua titik di bumi bisa berubah tiap beberapa detik.

BGP tidak didesain untuk dinamika secepat itu.

Yang jauh lebih masuk akal adalah ini:

Lapisan 1: Inter-Satellite Link (ISL) berbasis laser Lapisan 2: Routing internal proprietary (kemungkinan besar link-state atau segment routing) Lapisan 3: BGP di gateway darat untuk koneksi ke internet global

Mari kita bedah satu per satu.

Pertama: routing antar satelit.

Starlink generasi baru memiliki laser inter-satellite link (ISL). Satelit bisa saling berbicara langsung tanpa harus turun ke bumi dulu.

Secara fisika, ini membentuk mesh network di orbit.

Masalahnya: mesh ini bergerak terus.

Setiap satelit tahu: – Posisi dirinya (melalui GPS dan orbital mechanics) – Posisi satelit tetangga – Jadwal pergerakan orbit (yang bisa dihitung sangat presisi)

Ini penting: pergerakan satelit tidak acak. Orbit adalah sistem deterministik. Mereka tahu di mana setiap satelit akan berada beberapa jam ke depan.

Artinya routing bisa bersifat prediktif.

Kemungkinan besar mereka menggunakan pendekatan seperti:

Link-state routing yang dimodifikasi atau Segment routing berbasis label atau Software-defined routing terpusat

Mengapa link-state lebih cocok daripada BGP?

Karena link-state (seperti OSPF atau IS-IS) menyebarkan peta topologi lengkap. Setiap node menghitung shortest path menggunakan algoritma Dijkstra.

Dalam jaringan satelit, metrik bukan hanya jarak, tapi juga: – Latency antar satelit – Arah orbit – Ketersediaan link laser – Beban trafik

Bayangkan setiap satelit menjalankan versi super-efisien dari Dijkstra secara periodik, dengan metrik yang terus diperbarui.

Sekarang tentang BGP.

Di gateway darat (ground station), Starlink terhubung ke internet global. Di sinilah BGP hampir pasti digunakan.

Starlink sebagai operator memiliki ASN (Autonomous System Number). Mereka harus mengiklankan prefix IP ke internet. Itu ranah BGP.

Jadi: Internal satelit → kemungkinan besar bukan BGP Antara Starlink dan ISP dunia → hampir pasti BGP

Sekarang kita masuk ke pengaturan trafik.

Bagaimana paket dari Anda di Indonesia bisa lewat konstelasi ini?

Langkahnya kira-kira seperti ini:

  1. Terminal user (dish) membentuk koneksi phased-array ke satelit terdekat.
  2. Satelit itu memilih jalur optimal melalui beberapa satelit lain via laser.
  3. Trafik diarahkan ke ground station yang paling strategis.
  4. Dari ground station masuk ke backbone internet melalui BGP.

Yang menarik adalah optimasi jalur antar satelit.

Karena cahaya di vakum lebih cepat daripada di fiber (sekitar 30–40% lebih cepat), dalam jarak jauh interkontinental, jalur satelit bisa lebih cepat daripada kabel bawah laut.

Ini membuka kemungkinan routing berdasarkan latency global.

Misalnya: User di Jakarta akses server di Frankfurt.

Sistem bisa menghitung: Apakah lebih cepat lewat kabel laut Asia–Eropa? Atau lewat jalur satelit polar?

Karena satelit bergerak, jalur terbaik bisa berubah setiap menit.

Ini bukan sekadar routing. Ini optimasi spasial-dinamis.

Sekarang tentang manajemen pergerakan satelit.

Satelit LEO bergerak dalam orbit tetap. Mereka membentuk “plane” orbit yang teratur. Setiap satelit tahu tetangga: – Depan – Belakang – Kiri – Kanan (di orbit berbeda)

Laser biasanya terkunci ke 4 satelit tetangga.

Saat satelit bergerak melewati area tertentu: – Ia mengambil alih trafik dari satelit sebelumnya. – Terminal di bumi melakukan handoff tanpa putus (mirip seluler tapi versi orbit).

Handoff ini sangat cepat dan harus mempertahankan sesi TCP agar tidak reset.

Di sinilah buffer dan predictive routing berperan.

Karena orbit bisa dihitung, sistem bisa tahu: Dalam 12 detik lagi, satelit ini tidak optimal. Maka trafik mulai dialihkan perlahan sebelum link benar-benar berubah.

Itu bukan sekadar routing reaktif. Itu routing berbasis model fisika.

Sekarang bayangkan kompleksitasnya:

Ribuan satelit Puluhan ribu link laser Jutaan user Topologi berubah setiap detik

BGP tidak dirancang untuk itu.

Yang lebih masuk akal adalah sistem kontrol terpusat berbasis software-defined networking (SDN). Ada network controller global yang menghitung pola trafik besar, lalu satelit mengeksekusi kebijakan lokal.

Secara filosofis, ini seperti jaringan saraf yang bergerak mengelilingi planet.

Bumi adalah node. Orbit adalah switching fabric. Laser adalah backplane.

Jika kita ringkas:

BGP → kemungkinan besar digunakan di edge, bukan antar satelit. Internal routing → kemungkinan besar link-state atau SDN proprietary. Traffic engineering → sangat bergantung pada prediksi orbit dan latency real-time. Pergerakan satelit → deterministik, bisa dihitung jauh hari sebelumnya.

Dan yang paling indah: hukum gravitasi ikut menjadi bagian dari algoritma routing.

Di jaringan darat, kita melawan fisika. Di Starlink, mereka menunggangi fisika.

Kalau Anda mau, kita bisa lanjut ke skenario lebih ekstrem: – bagaimana serangan routing bisa terjadi di jaringan satelit – bagaimana congestion control bekerja jika salah satu orbit padat trafik – atau bagaimana sistem ini dibandingkan dengan jaringan fiber global dalam hal teori graf dinamis

Di titik ini, jaringan bukan hanya logika. Ia adalah mekanika langit yang diprogram.