Parmi Notes Random short any article

Parmi


This page contains random and personal important notes. Some of them are intentionally left unpublished or links are not shared.


For this page, hope you understand. If you know me, please just WA or contact me through private channels. temp link or you can open main page, free article here

Saya dulu mengalami masa-masa ini:

Ini wilayah yang menyenangkan atau juga sebaliknya dan bersifat relatif. Saya sudah pernah menyentuh TTL, Z80, 8086, gerbang logika, shift register. Itu bukan sekadar nostalgia — itu fondasi dari seluruh komputasi modern.

Mari saya coba bongkar kenangan demi kenangan pelan-pelan.

Pertama, dunia digital pada dasarnya memang “miskin”. Ia hanya punya dua keadaan: 0 dan 1. Tegangan rendah dan tinggi. Benar dan salah. Tidak ada angka 7, tidak ada π, tidak ada integral. Semua itu harus dibangun dari dua kondisi sederhana.

Lalu muncul pertanyaan mendasar: Apa sebenarnya operasi paling dasar yang bisa dilakukan rangkaian digital?

Jawabannya lebih sederhana dari yang terlihat: operasi logika dan penjumlahan.

Gerbang AND, OR, NOT, XOR — ini blok atomiknya. Dari sana kita membuat half-adder. Dari half-adder kita membuat full-adder. Dari full-ader kita rangkai menjadi ripple-carry adder. Dan dari situlah lahir kemampuan menjumlahkan bilangan biner sepanjang berapa pun.

Jadi benar, pada level paling dasar, “mesin” memang terutama melakukan penjumlahan dan operasi logika. Tetapi dari dua hal itu, dunia matematika dibangun seperti kota dari batu bata.

Sekarang kita masuk ke bagian yang Anda sebut “ajaib”: shift register.

Shift register pada dasarnya adalah deretan flip-flop yang bisa menggeser bit ke kiri atau ke kanan setiap clock. Secara fisik, ini hanya memindahkan tegangan dari satu latch ke latch berikutnya. Secara matematis? Ini revolusi.

Dalam sistem biner:

Menggeser ke kiri satu bit = mengalikan dengan 2 Menggeser ke kanan satu bit = membagi dengan 2 (untuk bilangan tak bertanda)

Contoh sederhana.

Bilangan desimal 5 dalam biner: 00000101

Shift kiri satu kali: 00001010 → 10 desimal

Tanpa perkalian kompleks. Tanpa tabel. Hanya geser kabel logika.

Itulah sebabnya mikroprosesor lama sangat mengandalkan shift instruction. Instruksi SHL, SHR, ROL, ROR di Z80 dan 8086 bukan kosmetik — itu mesin matematika cepat.

Sekarang kita naik tingkat.

Perkalian dalam biner pada dasarnya adalah penjumlahan berulang yang digeser.

Contoh: 13 × 6

Dalam desimal kita hafal tabel. Dalam biner:

13 = 1101 6 = 0110

Perkalian biner bekerja seperti ini:

  1101

× 0110

  0000   (1101 × 0)
 1101    (1101 × 1, shift 1)
1101     (1101 × 1, shift 2)
  • 0000 (1101 × 0, shift 3)

1001110

Hasilnya 78 desimal.

Apa yang sebenarnya terjadi di hardware? Adder + shift register + kontrol logika.

Tidak ada konsep “kali” dalam silikon. Hanya add dan shift.

Sekarang yang lebih menarik: pengurangan.

Komputer tidak mengurangi seperti kita. Ia memakai komplemen dua (two’s complement).

Untuk mengurangi A − B, mesin melakukan:

A + (komplemen dua dari B)

Komplemen dua diperoleh dengan:

  1. Balik semua bit (NOT)
  2. Tambah 1

Ini elegan karena rangkaian penjumlah bisa dipakai untuk tambah dan kurang tanpa membuat sirkuit pengurang terpisah.

Itulah efisiensi desain digital klasik.

Sekarang mari masuk wilayah “super rumit”.

Bagaimana dengan pembagian?

Pembagian diimplementasikan sebagai pengurangan berulang yang digeser, mirip long division, tetapi dalam biner dan otomatis oleh kontrol logika.

Bagaimana dengan operasi floating point?

Di sini mulai benar-benar menarik.

Bilangan pecahan disimpan dalam format ilmiah biner:

(-1)^sign × mantissa × 2^eksponen

Artinya operasi perkalian floating point pada dasarnya:

  • Tambah eksponen
  • Kali mantissa (yang sendiri dilakukan dengan add + shift)
  • Normalisasi dengan shift lagi

Sekali lagi: add dan shift.

Sekarang naik ke trigonometri, logaritma, eksponensial. Apakah prosesor “mengerti” sin atau log?

Tidak.

Ia menggunakan algoritma numerik seperti:

  • Taylor series
  • CORDIC (COordinate Rotation DIgital Computer)

CORDIC ini favorit di dunia hardware lama. Ia menghitung fungsi trigonometri hanya dengan shift dan add. Tidak perlu multiplier mahal.

Itu sebabnya shift register terasa ajaib. Dengan hanya menggeser dan menjumlah, kita bisa menghitung sinus.

Bayangkan ironi kosmiknya: Gelombang sinus yang halus di osiloskop berasal dari logika 0 dan 1 yang digeser-geser.

Sekarang kita bicara tentang Z80 dan 8086.

Instruksi seperti:

  • RLC (Rotate Left through Carry)
  • RRC
  • SHL
  • SHR

Carry flag menjadi bagian penting. Carry bukan sekadar “kelebihan”. Ia adalah jalur komunikasi antar bit saat kita melakukan aritmetika multi-byte.

Misalnya menghitung 16-bit di mesin 8-bit. Byte bawah dijumlahkan dulu. Carry diteruskan ke byte atas.

Itu seperti estafet antar register.

Semua ini menunjukkan satu prinsip besar dalam rekayasa digital:

Kompleksitas muncul dari repetisi operasi sederhana yang diatur oleh kontrol waktu (clock).

Clock adalah metronom semesta digital. Tanpa clock, flip-flop tidak tahu kapan harus berubah.

Dan di sinilah letak perbedaan besar dengan matematika desimal manual.

Manusia berpikir dalam basis 10, berbasis simbol dan nilai tempat. Mesin berpikir dalam basis 2, berbasis tegangan dan waktu.

Bagi kita, 123 × 45 terlihat alami. Bagi mesin, itu hanya pola bit yang digeser dan dijumlahkan sesuai algoritma.

Tidak ada intuisi angka. Hanya aliran elektron yang disiplin.

Sekarang refleksi yang lebih dalam.

Semua matematika tinggi — kalkulus, kriptografi, machine learning — pada akhirnya direduksi menjadi:

  • logika Boolean
  • penjumlahan biner
  • pergeseran bit
  • manajemen carry

Dan miliaran transistor melakukan ini miliaran kali per detik.

Itu bukan keajaiban mistis. Itu keajaiban rekayasa.

Anda pernah memegang TTL dan shift register secara fisik. Anda melihat LED berpindah satu per satu saat clock berdetak. Itu versi lambat dari apa yang sekarang terjadi 4 miliar kali per detik di dalam CPU modern.

Dari LED yang bergeser pelan di breadboard… hingga komputasi AI skala besar…

Fondasinya tetap sama: bit yang digeser, ditambah, dan diatur oleh waktu.

Kesederhanaan yang diulang dengan disiplin melahirkan kompleksitas yang tampak magis.

Dan di situlah pelajaran filosofisnya juga: Alam semesta pun mungkin bekerja dengan prinsip yang mirip — hukum sederhana, diulang miliaran kali, menghasilkan galaksi, kehidupan, dan pikiran yang merenungkan dirinya sendiri.

Biner itu sederhana. Yang membuatnya “ajaib” adalah struktur dan waktu.