Parmi Notes Random short any article

tentang Gateway, ip statik pindah dan BGP

Q: Selamat pagi dari sini, Saya ingin berdiskusi sekitar persoalan TCP-IP yaitu di mulai dengan soal Gateway. Saya menemukan kasus yaitu: - ada sebuah ISP ( Idola net ), milik lintasarta - mereka punya banyak cabang dan ada di beberapa wilayah Indonesia - Saya beberapa melalukan PoC dengan mereka yaitu terkait produk PEPLINK - mereka sering menggunakan IP statik, bermain dengan starlink dan mikrotik dan berbagai test produk lainnya - Khusus soal IP statik, mereka dengan mudah ( menurut saa ), bisa memakai IP yang sama ke berbagai lokasi seperti yang ceritakan, intinya jaraknya berjauhan - saya ambil contoh: -- IP 103.191.177.182 gateway ke: 103.191.177.181 -- IP 202.152.32.138 gateway ke 202.152.32.137

Nah, sebelumnya IP di gunakan di JATILUHUR, kemudian di Taman Tekno, berjarak 100km+ Saya sempat tanyakan bagaimana mereka melakukan ini ? mereka jawab simple: hapus IP nya di gateway sana ( gateway jatiluhur ) dan tambah di gateway sini ( Taman Tekno BSD )

lalu saya menanyakan: ini bisa dilakukan selama berada dalam JARINGAN IDOLA kan ? entah kenapa situs IDOLA ini tidak menggunakan nama ini, tapi mereka bagian dari: https://www.lintasarta.net/produk-layanan/lintasarta-infrastructure-solutions/lintasarta-connectivity/lintasarta-internet-services/ Bisa dijelaskan dengan contoh atau analogi-analogi atau cara kerjanya A: Selamat pagi! Pertanyaan yang sangat bagus dan menarik, ini menyentuh inti dari bagaimana jaringan skala besar (seperti ISP) bekerja di belakang layar. Fenomena yang Anda lihat ini sangat umum dan memang terlihat "ajaib" jika kita hanya berpikir secara fisikal.

Mari kita bedah dengan analogi dan penjelasan teknisnya.

Analogi Sederhana: Sistem Nomor Telepon Kantor

Bayangkan sebuah perusahaan besar dengan banyak kantor cabang.

  • Nomor Telepon (IP Address): 103.191.177.182
  • Orang yang menerima telepon (Server/Modem/Komputer Anda): Perangkat PEPLINK atau Mikrotik Anda.
  • Papan Pengalih Panggilan (Gateway): Router batas antara jaringan Idola dan perangkat Anda.

Cara kerjanya seperti ini:

  1. Awalnya: Nomor 103.191.177.182 diarahkan ke meja Pak Budi di kantor Jatiluhur. Jika ada yang menelepon nomor itu, panggilan akan masuk ke pesawat telepon Pak Budi di Jatiluhur.
  2. Sekarang: Pak Budi pindah kantor ke Taman Tekno. Dia tidak perlu mengganti nomor teleponnya. Cukup, staf IT di kantor pusat mengubah konfigurasi di Papan Pengalih Panggilan Pusat. Mereka memberi perintah: "Nomor 103.191.177.182 sekarang sambungkan ke meja Pak Budi yang ada di Taman Tekno."
  3. Hasilnya: Siapa pun yang menelepon nomor itu tetap tersambung ke Pak Budi, meskipun lokasi fisiknya sudah berpindah.

Nah, dalam dunia jaringan IP, "Papan Pengalih Panggilan Pusat" ini adalah protokol yang disebut BGP (Border Gateway Protocol).


Penjelasan Teknis: Peran BGP dan "Routing"

Jawaban teknisi Idola, "hapus IP nya di gateway sana dan tambah di gateway sini," adalah inti dari manajemen routing dinamis.

Mari kita uraikan langkah demi langkah:

1. Kepemilikan IP (IP Ownership)

Blok IP (misalnya 103.191.177.0/24) adalah milik Lintasarta/Idola. Mereka memiliki otoritas penuh untuk mengumumkan ke internet bahwa rute menuju IP mana pun dalam blok itu ada di jaringan mereka.

2. Gateway adalah "Pintu Masuk" Jaringan

Dalam konteks Anda, gateway (103.191.177.181) bukanlah sebuah perangkat fisik yang permanen di satu lokasi. Lebih tepatnya, gateway adalah sebuah antarmuka (interface) logis pada router Lintasarta yang menghubungkan pelanggan ke jaringan mereka.

  • Di Jatiluhur: Ada sebuah router Lintasarta (sebut saja Router-A). Router ini memiliki sebuah port dengan IP 103.191.177.181/30. Pelanggan (Anda) di Jatiluhur terhubung ke port ini dan menggunakan IP 103.191.177.182/30 di perangkat Anda. Saat itu, Router-A "bertanggung jawab" untuk rute menuju IP 103.191.177.182.

3. Proses "Pemindahan" IP dengan BGP

Ini adalah bagian kuncinya. Di jaringan backbone Lintasarta yang menghubungkan Jatiluhur dan Taman Tekno (dan seluruh Indonesia), mereka menggunakan BGP (Border Gateway Protocol).

BGP adalah protokol routing yang digunakan oleh ISP besar untuk saling bertukar informasi tentang rute jaringan.

  • Skenario Awal (IP di Jatiluhur): Router-A di Jatiluhur "berbisik" ke router-router tetangganya di backbone Lintasarta: "Hei, kalau ada yang mau ke IP 103.191.177.182, lewatkan ke saya ya!" Informasi ini menyebar ke seluruh jaringan Lintasarta dan ke internet.

  • Saat Ingin Dipindah ke Taman Tekno:

    1. Hapus di Gateway Sana (Jatiluhur): Administrator masuk ke Router-A di Jatiluhur. Mereka menghapus konfigurasi pelanggan dan yang paling penting, mereka "menarik" pengumuman BGP. Router-A sekarang berhenti "berbisik" bahwa dia yang bertanggung jawab atas IP tersebut.
    2. Tambah di Gateway Sini (Taman Tekno): Administrator masuk ke Router-B di Taman Tekno BSD. Mereka membuat konfigurasi baru untuk pelanggan (Anda) di port router tersebut, termasuk IP Gateway yang baru (misal, jika di Taman Tekno segmen jaringannya berbeda) atau IP yang sama persis.
    3. Mengumumkan Rute Baru: Router-B di Taman Tekno mulai "berbisik" ke backbone: "Hei, mulai sekarang, kalau ada yang mau ke IP 103.191.177.182, lewatkan ke saya ya!"
    4. Konvergensi Jaringan: Router-router di backbone Lintasarta yang mendengar kedua pengumuman ini akan memperbarui tabel routing mereka. Mereka akan membuang rute lama (via Jatiluhur) dan menggantinya dengan rute baru (via Taman Tekno). Proses ini biasanya terjadi dalam hitungan detik atau menit.

4. Hasil Akhir

Dari perspektif internet, IP 103.191.177.182 tetap bisa diakses, tapi lalu lintasnya sekarang secara otomatis diarahkan ke router di Taman Tekno, bukan lagi ke Jatiluhur. Koneksi dari perangkat PEPLINK Anda di Taman Tekno ke gateway di Taman Tekno akan berjalan normal, seolah-olah IP itu memang dari sananya ada di sana.

Kesimpulan dan Jawaban untuk Pertanyaan Anda

  • "Ini bisa dilakukan selama berada dalam JARINGAN IDOLA kan ?" Jawabannya: Ya, benar sekali. Kuncinya adalah karena semua lokasi (Jatiluhur, Taman Tekno, dll.) terhubung ke satu jaringan backbone yang sama milik Lintasarta/Idola. Dengan BGP, mereka bisa "mengumumkan" rute menuju IP spesifik Anda dari titik mana pun di backbone mereka. Ini seperti nomor telepon yang bisa "di-porting" ke kantor cabang mana pun selama masih dalam perusahaan telepon yang sama.

Poin-Poin Penting untuk Dikenang:

  1. IP Publik Tidak Selalu Terikat Fisik: IP publik bisa "dipindahkan" secara logis dari satu lokasi fisik ke lokasi lain selama masih dalam kendali jaringan yang sama.
  2. BGP adalah Teknologi Kuncinya: BGP memungkinkan ISP untuk mengontrol secara dinamis dari pintu masuk (gateway) mana sebuah IP harus "dilayani".
  3. Backbone adalah Jalan Tol: Jaringan backbone Lintasarta menghubungkan semua lokasi mereka. Memindahkan rute IP di BGP sama seperti mengubah papan petunjuk di jalan tol; lalu lintas akan keluar di pintu yang baru.
  4. Gateway adalah Konsep Logis: Gateway (103.191.177.181) bukanlah perangkat fisik tunggal yang sakral, tetapi lebih kepada sebuah titik koneksi logis yang bisa diimplementasikan di berbagai router yang berbeda dalam jaringan yang sama.

Jadi, apa yang dilakukan oleh teknisi Idola itu adalah praktik standar dalam dunia jaringan ISP skala menengah ke atas, dan itu dimungkinkan oleh protokol routing dinamis seperti BGP. Ini sangat fleksibel untuk keperluan uji coba (PoC) seperti yang Anda lakukan, atau untuk layanan seperti pemulihan bencana.

Q: aha, "BGP (Border Gateway Protocol)." betul sekali, pantas saja mereka ada pembicaraan karena BGP belum tersedia (atau belum di aktifkan ) IP belum bisa dipakai

Apakah Peplink sebagai BGP bisa difungsikan , misalnya ? apakah ada kaitan ASN itu ?

A: Pertanyaan lanjutan yang sangat tepat! Anda langsung menghubungkan titik-titiknya. Ya, Anda benar sekali. Pembahasan tentang BGP yang belum aktif adalah kunci mengapa IP statis tidak bisa "dipindahkan" dengan mudah. Dan ya, Peplink bisa difungsikan sebagai BGP, serta ASN adalah komponen yang sangat terkait erat.

Mari kita bahas satu per satu.

1. Benarkah "BGP Belum Aktif" Jadi Penghalang?

Tepat sekali. Jawaban teknisi Idola ("hapus di gateway sana, tambah di gateway sini") sangat bergantung pada BGP. Tanpa BGP, skenario yang Anda lihat tidak akan semulus itu.

  • Tanpa BGP (Routing Statis): IP statis terikat secara manual ke satu gerbang (gateway) fisik tertentu di satu lokasi. Untuk "memindahkannya" secara resmi, teknisi harus mengubah konfigurasi di router pusat secara manual. Prosesnya bisa lama dan rawan kesalahan. Ini yang mungkin terjadi jika BGP "belum tersedia".
  • Dengan BGP (Routing Dinamis): Inilah yang memungkinkan "keajaiban" pemindahan IP jarak jauh. BGP memungkinkan router di lokasi baru (Taman Tekno) secara otomatis "mengumumkan" ke seluruh jaringan Idola bahwa dia sekarang yang bertanggung jawab atas IP tersebut. Proses ini cepat, otomatis, dan efisien.

Jadi, wacana "BGP belum tersedia" itu berarti mereka belum mengaktifkan protokol routing dinamis ini di jaringan atau di perangkat Anda, sehingga fleksibilitas pemindahan IP belum bisa dilakukan.

2. Apakah Peplink Bisa Berfungsi dengan BGP?

Ya, Peplink modern mendukung BGP. Ini bukan sekadar fitur tambahan, tetapi sudah menjadi bagian dari kemampuan routing mereka, terutama untuk skenario SD-WAN yang kompleks.

  • Fitur BGP di Peplink: Berdasarkan buku panduan resmi Peplink, perangkat seperti seri B One memiliki menu konfigurasi BGP yang lengkap . Anda bisa membuat profil BGP, menentukan ASN (Autonomous System Number) lokal, menambahkan tetangga (neighbor) BGP, mengatur autentikasi (password MD5), hingga manipulasi rute seperti AS-Path Prepending .

  • Perkembangan Fitur Terbaru: Bahkan, dalam pengembangan firmware terbaru (versi 8.5.3), Peplink secara eksplisit menambahkan dukungan untuk "BGP over route-based IPsec" . Ini adalah kabar baik karena sebelumnya, menjalankan BGP melalui koneksi VPN terenkripsi (IPsec) memerlukan konfigurasi "hack" yang rumit dan tidak didukung secara resmi, seperti yang banyak dikeluhkan di forum komunitas Peplink . Kini, dukungan resmi ini membuka peluang integrasi yang lebih luas, misalnya dengan cloud seperti AWS atau Azure.

  • Penggunaan di Dunia Nyata: Seorang praktisi jaringan bahkan membagikan pengalamannya menggunakan Peplink untuk menciptakan "SD-WAN Underlay dengan BGP" . Dalam desainnya, router Peplink (SDX, Balance) menjadi lapisan transport cerdas yang menggabungkan berbagai koneksi (broadband, 5G, Starlink). Di atas lapisan inilah firewall Palo Alto mereka melakukan peering BGP, menciptakan arsitektur yang tangguh dan hemat biaya . Ini membuktikan bahwa Peplink dengan BGP adalah solusi yang matang dan digunakan di lingkungan enterprise.

3. Apa Kaitan ASN dengan Semua Ini?

ASN (Autonomous System Number) adalah "nama perusahaan" atau identitas unik Anda di dunia routing internet.

  • Analogi: Jika BGP adalah "bahasa" yang digunakan router untuk berbicara, maka ASN adalah "nama organisasi" yang disebutkan dalam percakapan. Idola/Lintasarta, sebagai ISP besar, pasti memiliki ASN Publik mereka sendiri (misalnya AS7713 untuk Lintasarta). Ini adalah identitas mereka di internet global.
  • Peran ASN di Peplink:
    1. Skenario 1: Berbicara Langsung dengan Router Idola. Jika Idola setuju untuk melakukan "peering" BGP dengan perangkat Peplink Anda, maka router Peplink Anda perlu memiliki ASN. Idola akan memasukkan ASN perangkat Anda sebagai "tetangga" yang valid di router mereka.
    2. Skenario 2: Anda butuh ASN Publik. Agar percakapan BGP ini valid di mata internet, Anda mungkin perlu memiliki ASN Publik sendiri yang terdaftar resmi. Ini biasanya untuk perusahaan besar yang ingin membawa blok IP mereka sendiri dan mengumumkannya ke internet.
    3. Skenario 3: Menggunakan ASN Privat. Untuk percakapan BGP di "dalam" jaringan Idola (seperti skenario yang Anda ceritakan), Anda bisa menggunakan ASN Privat (range 64512 - 65535). Ini seperti menggunakan bahasa yang sama di lingkungan terbatas, tanpa perlu registrasi global. Di halaman konfigurasi Peplink, Anda akan melihat kolom "Autonomous System" yang bisa diisi dengan ASN Privat ini .

Kesimpulan untuk Anda

  • BGP adalah teknologi inti yang memungkinkan fleksibilitas jaringan seperti yang dilakukan Idola. Wacana "BGP belum tersedia" adalah validasi bahwa tanpa teknologi ini, IP statis bersifat kaku.
  • Peplink adalah perangkat yang mampu menjalankan BGP. Dengan firmware terbaru, dukungannya semakin matang, termasuk untuk skenario VPN dan SD-WAN yang kompleks .
  • ASN adalah identitas Anda dalam "percakapan" BGP. Dalam konteks uji coba dengan Idola, Anda kemungkinan akan menggunakan ASN Privat yang disepakati bersama. Perangkat Peplink Anda akan bertindak sebagai salah satu "tetangga" BGP dalam jaringan Idola, memungkinkan rute IP statis Anda diumumkan dari lokasi mana pun yang Anda inginkan (selama terhubung ke backbone mereka).

Q: satu hal, sepertinya saya sebutkan, mereka mengatakan asal berada dalam master gateway ( atau group IP milik IDOLA) maka ini berfungsi, jika berbeda ISP maka tidak akan bisa ? benarkah ? menurut saya benar karena bagaimanapun alokasi IP masing-masing IP tidak di campur adukkan ? seperti group nomor sebuah perusahaan A: Pertanyaan Anda benar sekali. Analisis Anda tepat mengenai inti permasalahannya. Mari saya perkuat dengan penjelasan yang lebih mendalam.

Jawaban Singkat: Ya, Anda 100% benar

IP statis hanya bisa "dipindah-pindahkan" secara bebas di dalam jaringan ISP yang sama. Jika berbeda ISP, maka tidak akan bisa semudah itu. Ini persis seperti analogi "group nomor perusahaan" yang Anda sebutkan.


Mengapa Demikian? Penjelasan Teknis

1. Alokasi IP yang Hierarkis (Seperti Pohon Keluarga)

Internet bekerja dengan sistem hierarkis dalam pengelolaan IP:

  • IANA/APNIC (Badan Pusat): Memberikan blok IP besar ke ISP.
  • ISP (Idola/Lintasarta): Memegang "sertifikat kepemilikan" atas blok IP tertentu.
  • Pelanggan: "Meminjam" IP dari blok milik ISP.

Contoh konkret: - Lintasarta/Idola memiliki blok 103.191.177.0/24 (256 IP). - IP Anda (103.191.177.182) adalah salah satu "nomor" dari blok itu. - Seluruh dunia tahu bahwa blok 103.191.177.0/24 adalah milik Lintasarta.

2. "Master Gateway" = Routing Table Global

Ketika teknisi Idola bilang "asal berada dalam master gateway," maksudnya adalah:

  • Di jaringan backbone Idola, ada router pusat yang menjadi "otak" routing.
  • Router ini memiliki tabel lengkap: "IP A ada di gerbang Jatiluhur, IP B ada di gerbang Taman Tekno, dst."
  • Selama semua gerbang (gateway) terhubung ke backbone yang sama, mereka bisa "menggeser" IP antar gerbang.

Ilustrasi Sederhana:

INTERNET
    │
    └── ROUTER PUSAT IDOLA (Memegang Peta Jaringan)
        ├── Gerbang Jatiluhur → Melayani IP 103.191.177.182
        ├── Gerbang Taman Tekno → (Kosong)
        └── Gerbang Bandung → Melayani IP lain

Saat IP dipindah:

INTERNET
    │
    └── ROUTER PUSAT IDOLA (Memperbarui Peta)
        ├── Gerbang Jatiluhur → (Kosong)
        ├── Gerbang Taman Tekno → Melayani IP 103.191.177.182 ← PINDAH
        └── Gerbang Bandung → Melayani IP lain

3. Mengapa Tidak Bisa Antar ISP? (Ini Kuncinya!)

Sekarang bayangkan Anda mencoba memindahkan IP 103.191.177.182 ke jaringan ISP lain (misal: Telkom, First Media, Biznet).

Masalahnya: ISP lain tidak punya hak untuk "mengumumkan" ke internet bahwa mereka yang sekarang menguasai IP tersebut.

  • Router Pusat Telkom akan berkata: "Hei internet, saya sekarang melayani IP 103.191.177.182!"
  • Router Pusat Idola akan protes: "Tunggu dulu! Itu IP saya! Punya saya!"
  • Internet bingung: Siapa yang benar?

Ini seperti dua orang mengklaim memiliki nomor telepon yang sama. Akan terjadi konflik.

Fenomena yang Terjadi:

  1. Routing Blackhole: Jika kedua ISP tetap memaksa mengumumkan IP yang sama, internet akan mengikuti rute yang "lebih spesifik" atau yang dianggap lebih benar. Bisa jadi lalu lintas mengarah ke ISP yang salah dan hilang (tidak sampai ke Anda).

  2. IP Hijacking (Pembajakan IP): Inilah mengapa ada istilah "pembajakan IP" di dunia maya. Jika ISP nakal mengumumkan rute untuk IP yang bukan miliknya, mereka bisa mencuri lalu lintas yang ditujukan ke IP tersebut. Ini ilegal dan biasanya cepat diketahui oleh komunitas jaringan.

  3. Filtering: ISP besar memiliki filter yang mencegah mereka menerima rute untuk IP yang bukan alokasinya. Router Telkom akan otomatis menolak pengumuman dari Idola untuk IP di luar blok Idola, dan sebaliknya.


Analogi yang Lebih Dalam: "Perusahaan Taksi vs. Gojek"

Bayangkan IP Address adalah seperti nomor armada kendaraan.

  • Idola/Lintasarta adalah perusahaan taksi konvensional yang memiliki 100 mobil dengan nomor armada A001 sampai A100.
  • Telkom adalah perusahaan taksi lain dengan nomor armada B001 sampai B100.
  • Gojek/Grab adalah penyedia layanan transportasi online (seperti internet secara umum).

Skenario di Dalam Satu Perusahaan (Idola): Manajer Idola bisa dengan mudah memindahkan mobil A050 dari pool Jatiluhur ke pool Taman Tekno. Di aplikasi Gojek, mobil A050 tetap muncul dan bisa dipesan. Semua beres karena masih dalam manajemen perusahaan yang sama.

Skenario Antar Perusahaan (Idola ke Telkom): Sekarang, manajer Idola ingin mobil A050 beroperasi di bawah manajemen Telkom. - Mobilnya secara fisik bisa saja parkir di pool Telkom. - Tapi di aplikasi Gojek, mobil A050 tetap tercatat sebagai milik Idola. - Ketika penumpang memesan A050, Gojek akan mengirimkan order ke kantor pusat Idola, bukan ke Telkom. - Akibatnya, order tidak pernah sampai ke mobil yang ada di pool Telkom.

Solusi Agar Bisa Lintas ISP? Satu-satunya cara agar mobil A050 bisa beroperasi di bawah Telkom adalah jika Idola secara resmi "menjual" atau "mentransfer" hak kepemilikan nomor armada A050 ke Telkom. Ini prosesnya panjang, melibatkan administrasi, dan harus dilaporkan ke "Dinas Perhubungan Internet" (APNIC/IANA).


Kesimpulan

Aspek Dalam 1 ISP (Idola) Antar ISP Berbeda
Kemungkinan Bisa dengan mudah Tidak bisa semudah itu
Mekanisme Update routing internal (BGP) Transfer alokasi IP resmi
Waktu Hitungan menit/jam Hitungan hari/minggu (proses administrasi)
Syarat Cukup koordinasi internal Harus melalui registrar (APNIC)
Risiko Tidak ada Konflik routing, blackhole

Jadi, pemahaman Anda benar: IP itu ibarat "nomor anggota eksklusif" sebuah klub (ISP). Selama Anda masih dalam klub yang sama, nomor Anda bisa dipindah ke cabang mana pun. Tapi jika Anda pindah klub, Anda harus minta nomor baru atau membawa nomor lama melalui proses transfer resmi yang panjang. Q: betul, maksudnya di jaringan "backbone" Sebenarnya nomor-nomor ASN di ISP berbagai negara itu unik kah ? atau bagaimana ? Apa konsep dijadikan ASN itu ?

A: Pertanyaan Anda tepat mengenai inti dari sistem routing internet. Nomor ASN (Autonomous System Number) di berbagai ISP di seluruh dunia itu bersifat unik secara global, tetapi ada juga yang tidak unik untuk penggunaan internal. Konsepnya mirip dengan "alamat rumah" dan "nomor induk" dalam skala raksasa.

Mari kita bedah secara sistematis.

1. Apakah ASN di Berbagai Negara Itu Unik?

Jawaban singkat: Iya, untuk yang digunakan di internet publik, ASN WAJIB unik secara global. Tidak boleh ada dua organisasi berbeda di dunia yang menggunakan ASN publik yang sama, karena akan menyebabkan kekacauan routing.

Bayangkan jika dua perusahaan taksi di kota berbeda menggunakan nomor armada yang sama di aplikasi pemesanan online. Aplikasi akan bingung, order bisa salah alamat. Sama persis dengan ASN.

Namun, ada pengecualian untuk penggunaan internal (private): Ada blok ASN khusus yang memang sengaja disediakan untuk tidak unik, hanya dipakai di dalam jaringan sendiri.

2. Konsep Dasar: Mengapa ASN Itu Ada?

Konsep ASN lahir dari kebutuhan untuk membuat internet terstruktur. Internet bukanlah satu jaringan raksasa, melainkan gabungan dari puluhan ribu jaringan kecil yang disebut Autonomous System (AS) .

Autonomous System (AS) adalah kumpulan dari satu atau lebih blok IP yang dikelola oleh satu entitas (misalnya ISP, perusahaan besar, universitas) dengan kebijakan routing yang sama .

ASN (Autonomous System Number) adalah nomor identitas unik yang diberikan kepada setiap AS agar bisa dikenal oleh AS lainnya saat bertukar informasi routing menggunakan protokol BGP .

Analogi "Perusahaan Taksi" yang Lebih Dalam:

  • Internet = Aplikasi pemesanan transportasi online (Gojek/Grab) tingkat dunia.
  • AS (Autonomous System) = Sebuah perusahaan taksi (Idola, Telkom, Biznet).
  • ASN = Nomor izin operasional perusahaan taksi yang terdaftar di Dinas Perhubungan. Nomor ini unik: hanya satu perusahaan di dunia yang punya nomor izin 7713 (milik Lintasarta).
  • Blok IP = Armada mobil taksi dengan nomor kendaraan tertentu (misal: B 1234 XYZ).
  • BGP = Papan informasi dan walkie-talkie antar perusahaan taksi untuk memberi tahu posisi dan rute.

Dengan sistem ini, aplikasi (internet) tahu bahwa untuk mencapai mobil bernomor B 1234 XYZ (IP), harus menghubungi perusahaan dengan izin 7713 (ASN Lintasarta). Aplikasi tidak perlu tahu di mana persisnya mobil itu parkir.

3. Jenis-Jenis ASN

Ternyata ASN dibagi menjadi dua jenis utama berdasarkan penggunaannya :

Jenis ASN Rentang Nomor Sifat Penggunaan
ASN Publik 1 - 64511 (16-bit) dan 65536 - ... (32-bit) Unik Global Digunakan untuk AS yang terhubung ke internet publik dan bertukar informasi dengan AS lain. Semua ISP utama punya ini.
ASN Privat 64512 - 65535 (16-bit) dan 4200000000 - 4294967294 (32-bit) Tidak Unik Hanya untuk penggunaan internal, misalnya untuk komunikasi BGP antara router Anda dengan router ISP (seperti skenario Idola yang Anda alami). Nomor ini tidak diumumkan ke internet global.

4. Siapa yang Memberi ASN dan Bagaimana Prosesnya?

ASN tidak bisa dibuat sendiri. Ini diatur ketat oleh badan-badan internet dunia .

  1. IANA (Internet Assigned Numbers Authority): Badan pusat yang mengelola "gudang" ASN dunia. IANA memberikan blok-blok ASN besar ke RIR .
  2. RIR (Regional Internet Registry): Ada 5 RIR di dunia yang melayani wilayah masing-masing. Untuk Indonesia, kita masuk wilayah APNIC (Asia-Pacific Network Information Centre) .
  3. Proses Mendapatkan ASN Publik:
    • Organisasi (misal: ISP baru) mengajukan permohonan ke RIR-nya (APNIC).
    • Mereka harus membuktikan kebutuhan teknis, misalnya akan melakukan koneksi ke lebih dari satu AS lain (multihoming) dan memiliki kebijakan routing sendiri .
    • Jika disetujui, mereka mendapat ASN unik dan biasanya membayar biaya keanggotaan tahunan .

Catatan Penting: Sebuah organisasi tidak otomatis mendapatkan ASN. Jika mereka hanya koneksi ke satu ISP dan menggunakan routing statis, mereka tidak perlu ASN sendiri .

5. Perkembangan ASN: Dari 16-bit ke 32-bit

Dulu, ASN hanya berupa angka 16-bit, maksimal 65.536 ASN di seluruh dunia . Seiring pertumbuhan internet, jumlah ini hampir habis. Maka sejak tahun 2007, diperkenalkan ASN 32-bit .

  • ASN 16-bit: Contoh 64512, 7713. Penulisan standar seperti angka biasa.
  • ASN 32-bit: Contoh bisa ditulis sebagai angka biasa (misal 268468224) atau dalam notasi "4096.32768" untuk memudahkan pembacaan .

Sekarang, IANA dan RIR tidak lagi membedakan, semua ASN diberikan dari "kolam" 32-bit . Ini menyediakan ruang hingga 4,29 milyar ASN, cukup untuk internet yang sangat besar.

Kesimpulan untuk Diskusi Anda

  • Unik atau Tidak? ASN publik itu unik global (seperti 7713 Lintasarta). ASN privat tidak unik (bisa dipakai banyak orang asal tidak "bocor" ke internet).
  • Konsep ASN: Adalah identitas legal sebuah jaringan di mata internet. Fungsinya agar BGP bisa membedakan dari mana suatu rute IP berasal dan membangun "peta" internet .
  • Relevansi dengan Kasus Idola: Ketika Anda melakukan PoC dengan Peplink, Anda bisa menggunakan ASN privat (misal 65001) untuk "berbicara" BGP dengan router Idola. Ini sah-sah saja karena percakapan BGP-nya hanya terjadi di dalam jaringan backbone Idola. Anda tidak perlu mengurus ASN publik dari APNIC untuk keperluan uji coba tersebut.