Merapikan Catatan Digital Sang Begawan
Source Q: bisa dirapikan atau diperbaiki atau apapun agar lebih menarik dan sebagainya tentang tulisan acak dan catatan saya ini ? A: Tentu, Pak Begawan! Catatan Anda ini sebenarnya sangat mahal nilainya karena menggabungkan fathwa religius, petualangan teknis (low-level programming), hingga refleksi filosofis masa tua. Ini bukan sekadar tulisan acak, tapi sebuah "memoar digital" dari seorang saksi sejarah transisi teknologi.
Berikut adalah versi yang sudah saya rapikan dan kurasi menjadi sebuah narasi yang lebih mengalir, puitis, namun tetap mempertahankan sisi teknisnya:
🧊 Dari Kutub ke Kode: Memoar Sang Begawan Elektronika
1. Spiritual di Ujung Dunia (Fikih Arktik)
Bagi umat Muslim di wilayah kutub, ibadah adalah tentang adaptasi dan estimasi (Taqdir). Ketika matahari tidak lagi terbit atau terbenam sesuai teks (fenomena Midnight Sun & Polar Night), hukum alam seolah berhenti bekerja secara normal.
Metode Ibadah: Mereka mengikuti waktu Makkah, kota terdekat dengan waktu normal, atau standar garis lintang 45 derajat.
Simbol Perjuangan: Berdirinya Masjid Midnight Sun di Inuvik, Kanada—sebuah masjid prafabrikasi yang menempuh perjalanan dramatis sejauh 4.000 km lewat darat dan air agar komunitas Muslim di sana bisa bersujud dengan layak.
2. Logika "Low-Level": Antara Assembly dan Solder
Ada paralelisme antara membangun masjid di tanah beku (permafrost) dengan membangun sistem di atas bahasa mesin (Assembly). Keduanya menuntut ketelitian di level "inti atom".
Masa Kejayaan Analog: Era Glodok sebelum '98, di mana transistor seri SB (Sanken/Toshiba), chip Zilog Z80, dan MCS-51 adalah bahasa harian.
Hacker Sejati: Menggunakan SOURCER untuk melakukan bedah jantung pada
COMMAND.COMatauIO.SYSmilik DOS. Bergelut dengan Mnemonic (MOV,INT 21h,PUSH/POP) dan alamat memori segment-offset.Batas Logika: Terkadang kita menabrak "tembok" berupa Opaque Code atau instruksi rahasia vendor yang tidak bisa didekode. Di sanalah kita sadar ada "rahasia di balik rahasia".
3. Refleksi: "Tuhan Maha Adil dalam Pengertian Hakiki"
Hidup ini, layaknya perangkat elektronik, memiliki batas durabilitas.
Maintenance Diri: Paparan asap timah (plumbum) dan siongka selama puluhan tahun adalah "noise" bagi kesehatan. Wafatnya sahabat karib menjadi sinyal frekuensi untuk kita melakukan Hard Reset pada gaya hidup.
Teknologi sebagai Jendela Syukur: Dulu kita harus menghirup asap solder untuk menciptakan sesuatu; sekarang kita bisa menikmati indahnya Aurora Borealis atau Buddha Bamiyan lewat layar OLED 4K sambil menyeruput kopi hangat.
Filosofi Kopi: Seperti Kopi Liong Bulan atau Cap Teko yang legendaris; hidup mungkin terasa pahit dan keras, namun dengan "sedikit gula" berupa teknologi dan "air panas" berupa rasa syukur, semuanya menjadi nikmat yang bisa disesap perlahan.
"100 tahun tak cukup untuk meneliti ilmu-Nya. Kita hanya melihat jejeran kejadian (Biner/Hexa) tanpa tahu persis source code-nya, tapi kita tahu itu bekerja."
Apa yang bisa saya lakukan selanjutnya untuk Bapak? Mengingat Bapak adalah pakar Reverse Engineering zaman DOS, apakah Bapak ingin saya membantu menganalisis kembali logika satu blok kode Assembly yang mungkin masih Bapak ingat, atau Bapak ingin kita membahas lebih dalam tentang anomali frekuensi radio Shortwave (SW) yang dulu sering Bapak temukan saat bereksperimen?
Q: ya, silakan bantu agar menyegarkan pikiran masa lalu A: Mari kita buka kembali "folder" memori itu, Pak Begawan. Kita lakukan trace balik ke masa di mana segalanya masih analog, namun logika kita dipaksa bekerja secepat bahasa mesin.
Berikut adalah penyegaran memori untuk membantu Anda melakukan refresh pada kenangan-kenangan emas tersebut:
1. Labirin Mnemonic dan Inti Sistem
Ingatkah Bapak saat menatap layar monitor tabung yang warnanya mungkin masih hijau atau amber?. Di sana, dunia bukan berisi ikon atau gambar, melainkan instruksi baris demi baris:
Gerbang DOS: Menggunakan
INT 21hsebagai pintu utama untuk memerintah sistem operasi.Manipulasi Register: Mengatur isi
AX, BX, CX, DXdemi memastikan data berpindah ke alamat yang tepat.Alamat Memori: Bergelut dengan Segment dan Offset, seperti alamat
0B800hyang legendaris untuk memunculkan satu karakter di layar.Reverse Engineering: Menggunakan SOURCER untuk membedah isi
COMMAND.COMatauIO.SYS, meskipun sering kali berakhir dengan tumpukan kode biner yang "kacau" karena tidak terbaca sebagai instruksi.
2. Nostalgia Glodok dan Bau Siongka
Bagi Anda, Glodok era sebelum '98 bukan sekadar tempat belanja, tapi "Mekah" bagi para pemburu harta karun.
Komponen Legendaris: Berburu transistor seri SB (seperti Sanken atau Toshiba jadul), chip Zilog Z80, hingga mikrokonntroler MCS-51.
Ritual Fokus: Menyolder titik demi titik timah di atas PCB adalah bentuk meditasi—sebuah pelarian dari realitas di mana dunia luar seakan berhenti.
Harga Sebuah Karya: Meskipun kedamaian pikiran didapat, tubuh harus membayar lewat paparan asap timah (plumbum) dan siongka selama puluhan tahun.
3. Frekuensi Radio dan Fenomena Alam
Dulu, Bapak mengutak-atik frekuensi SW (Shortwave), yang secara tidak sadar menghubungkan Bapak dengan fenomena alam di wilayah kutub.
Lapisan Ionosfer: Sinyal radio yang Bapak tangkap sangat dipengaruhi oleh aktivitas matahari di kutub.
Anomali Kutub: Di tempat-tempat seperti Tromsø atau Inuvik, tanda alamiah matahari tidak muncul seperti biasa (Midnight Sun dan Polar Night).
Adaptasi Spiritual: Umat Muslim di sana harus menggunakan metode estimasi (Taqdir) untuk sholat karena matahari tidak terbit atau terbenam selama berbulan-bulan.
4. Masa "Running Test" yang Tenang
Kini, Bapak berada di fase hidup yang lebih rileks, menikmati hasil dari miliaran transistor yang bekerja serentak di dalam chip modern.
Visual 4K & OLED: Menikmati detail tekstur salju atau gemerlap Aurora dengan kejernihan yang terkadang melampaui mata manusia biasa.
Audio ASMR: Mendengar suara angin kutub atau derak salju yang meditatif melalui sistem audio yang jernih.
Filosofi Cangkir: Ditemani aroma tajam Kopi Liong Bulan atau Cap Teko yang kekentalannya juara untuk menghangatkan badan.
"Hidup ini mungkin memiliki Opaque Code yang tidak bisa kita urai source code-nya, tapi kita tahu sistem ini bekerja dengan adil."
Langkah selanjutnya yang bisa saya lakukan untuk Bapak:
Bagaimana kalau kita mencoba menganalisis satu segmen kode Assembly sederhana (misalnya cara memunculkan nama Bapak di layar lewat Debug.exe) atau Bapak ingin bercerita tentang anomali sinyal radio paling aneh yang pernah Bapak tangkap di frekuensi SW dulu?
Q:
di zaman serba disket jadul itu, saya mengkoleksi ratusan program assembly dan macro. Sayang sekali saat itu disket mudah rusak, setahu saya CDR atau DVR belum ada, Saya ingat satu-satunya pertama kali model disk agak besar yaitu produk IoMega, itu nama mereknya, saya sempat beli, tetapi saja disket, tapi canggih di zaman nya. Tahun 1996 saja, saya masih menemukan disket 10 inchi ber merek MEMOREX untuk di pakai di mesin DEC VMS yang memakan ruangan seperti ukuran 3x5 meter persegi atau di atasnya. HDD sangat besar, ampun, hanya punya kapasitas 80MB, saya ingat itu di gotong 2 apa 4 orang karena saking beratnya
Bisa berikan suatu ciri awal programmer belajar yaitu "Hello, world!" ? A: Wah, cerita Bapak tentang memindahkan HDD 80MB yang harus digotong berdua atau berempat itu benar-benar gambaran nyata betapa "beratnya" perjuangan teknologi masa lalu! Bisa dibilang itu adalah program fitness tidak resmi bagi para teknisi zaman itu. Dari era piringan raksasa 10 inci di mesin DEC VMS hingga keajaiban Iomega (Zip Drive) yang sangat canggih di masanya, Bapak memang benar-benar sudah melintasi sejarah "lempengan" data.
Sesuai permintaan Bapak, mari kita segarkan memori dengan "gerbang masuk" legendaris bagi setiap programmer bahasa mesin.
📜 "Hello, World!" Versi Assembly (DOS/MASM style)
Di zaman di mana Bapak masih menggunakan MASM atau TASM, kode ini adalah mantra suci untuk memastikan bahwa sistem "hidup" dan logika Bapak berjalan dengan benar.
.MODEL SMALL
.STACK 100H
.DATA
MSG DB 'Hello, World!$' ; Karakter '$' adalah penanda akhir string untuk DOS
.CODE
MAIN PROC
MOV AX, @DATA ; [cite_start]Menginisialisasi segment memori data [cite: 214, 215]
MOV DS, AX
MOV AH, 09H ; [cite_start]Memasukkan fungsi 'Tampilkan String' ke register AH [cite: 213, 214]
LEA DX, MSG ; [cite_start]Memuat alamat (offset) pesan ke register DX [cite: 214, 215]
INT 21H ; [cite_start]Memanggil "Pintu Gerbang" DOS [cite: 213]
MOV AH, 4CH ; [cite_start]Fungsi untuk keluar kembali ke DOS (Terminate) [cite: 213]
INT 21H
MAIN ENDP
END MAIN
🔍 Mengapa Kode Ini Sangat Berkesan bagi "Begawan"?
Bagi seorang Begawan Elektronika seperti Bapak, kode di atas bukan sekadar tulisan, tapi sebuah interaksi fisik dengan mesin:
Interupsi 21h: Ini adalah "pintu gerbang" legendaris Bapak untuk memanggil fungsi-fungsi sistem operasi DOS.
Register AX, DX: Bapak harus mengatur isi register ini dengan presisi agar data berpindah ke alamat yang tepat.
Segment & Offset: Tanpa manajemen alamat memori yang benar, program Bapak bisa langsung membuat komputer hang.
Mnemonic Murni: Perintah seperti
MOV,INT, danLEAadalah kosakata bahasa kedua yang dulu Bapak ketik baris demi baris menggunakanDebug.exeatau editor teks sederhana.
Logika low-level inilah yang mengasah cara pandang Bapak menjadi sangat sistematis dan detail terhadap kehidupan. Meskipun sekarang datanya sudah tidak perlu "digotong" ramai-ramai lagi karena ukurannya sudah ribuan kali lipat lebih kecil dalam satu chip, memori tentang bunyi disket yang berputar dan kepuasan saat teks muncul di layar monitor tabung tidak akan pernah tergantikan.
Langkah selanjutnya yang bisa saya lakukan untuk Bapak: Mengingat Bapak dulu kolektor program Assembly dan Macro, apakah Bapak ingin saya mencoba menguraikan kembali logika Macro tertentu yang dulu sering Bapak gunakan, atau Bapak ingin kita bernostalgia tentang bagaimana rasanya "adu nyali" saat mencoba menulis program TSR (Terminate and Stay Resident) yang bisa muncul tiba-tiba di layar seperti Sidekick?
Q: hahaha, sebenarnya kalau di pikir-pikir, saya sangat ingit membuat yang menyerupai sidekick yang "canggih dan TSR itu" , sayangnya saya karena keterbatasan diri, pinjam komputer kampus atau seseorang, jadi tak bisa FULL, tetapi sangat lama bermain di LAB komputer dan elektronik dan juga mengajar kursus programming dan jaringan Novel netware versi 2.xx hingga 3.xx yang sudah wafat itu.
Apakah masih ada, kira-kira program TSR seperti sidekick ??? bisa dibuatkan ? ini sangat seru sekali
A:
Hahaha, Bapak benar-benar membawa saya kembali ke lorong waktu yang sangat spesifik! Menyebut Novell Netware 2.xx dan 3.xx itu seperti menyebut "Kitab Suci" jaringan masa lalu. Saya bisa membayangkan Bapak sibuk mengatur login scripts, berkutat dengan SYSCON, PCONSOLE, dan pusingnya mengatur terminator pada kabel Coaxial (RG-58) yang kalau satu copot, satu jaringan mati total.
Tentang TSR (Terminate and Stay Resident) seperti Sidekick, itu adalah puncak "sihir" pemrograman di era DOS. Membuat program yang "tidur" di RAM dan bisa bangun seketika saat dipanggil hotkey adalah bukti kasta tertinggi seorang programmer saat itu.
Meskipun sistem operasi modern (Windows/Linux) sudah tidak menggunakan konsep TSR karena sudah menggunakan Multitasking dan Protected Mode, mari kita buatkan "Blueprint" atau Kerangka Kode Assembly untuk mengenang bagaimana Sidekick bekerja.
🛠️ Anatomi "Sihir" TSR (Sidekick Style)
Untuk membuat TSR, Bapak dulu harus melakukan tiga hal utama:
- Hooking Interrupt: "Membajak" interupsi keyboard (INT 09h).
- Check Hotkey: Mengintip apakah tombol rahasia (misal:
ALT+B) ditekan. - Stay Resident: Keluar ke DOS tapi tetap memaku diri di memori menggunakan INT 21h fungsi 31h.
Berikut adalah kerangka kode Assembly (TASM/MASM) untuk TSR sederhana yang bisa Bapak "bayangkan" kembali logisnya:
.MODEL TINY ; TSR biasanya format .COM agar kecil
.CODE
ORG 100H ; Standar file .COM
START:
JMP INITIALIZE ; Lompat ke bagian instalasi
; --- DATA & VARIABLE ---
OLD_INT09 DD ? ; Tempat menyimpan alamat asli INT 09h
MSG DB 'Halo Begawan! TSR Aktif.', 0Dh, 0Ah, '$'
; --- HANDLER INTERRUPT (Bagian yang tetap di RAM) ---
NEW_INT09 PROC FAR
PUSH AX ; Simpan semua register agar tidak crash
IN AL, 60H ; Baca scan code dari keyboard port 60h
CMP AL, 30H ; Apakah tombol 'B' ditekan? (Contoh scan code)
JNE EXIT_ISR ; Jika tidak, biarkan interupsi asli bekerja
; --- Logika "Sidekick" Bapak di sini ---
; Di sini Bapak biasanya memanggil fungsi popup/window
; Tapi hati-hati dengan Re-entrancy DOS!
EXIT_ISR:
POP AX
JMP CS:OLD_INT09 ; Teruskan ke interupsi keyboard asli BIOS
NEW_INT09 ENDP
; --- BAGIAN INSTALASI (Hanya jalan sekali) ---
INITIALIZE:
; 1. Ambil alamat asli INT 09h dan simpan
MOV AX, 3509H
INT 21H
MOV WORD PTR OLD_INT09, BX
MOV WORD PTR OLD_INT09+2, ES
; 2. Pasang handler buatan kita ke INT 09h
MOV AX, 2509H
LEA DX, NEW_INT09
INT 21H
; 3. TSR: Tetap di memori!
; DX diisi jumlah memori yang ingin diproteksi (dalam paragraf)
MOV DX, OFFSET INITIALIZE
SHR DX, 4
INC DX
MOV AX, 3100H ; Terminate and Stay Resident
INT 21H
END START
💾 Nostalgia Iomega & Media Simpan
Membicarakan Iomega Zip Drive (100MB!) di tahun 1996 itu sudah serasa memegang teknologi masa depan. Dibandingkan disket 1.44MB yang sering Corrupt atau terkena jamur, Zip Drive adalah penyelamat koleksi source code.
Dan tentang DEC VMS dengan disket 10 inci... itu adalah "Raksasa" yang sebenarnya. Ukuran HDD yang harus digotong 4 orang itu mungkin adalah tipe Winchester Drive awal. Bayangkan, Pak, sekarang kapasitas 80MB itu bahkan tidak cukup untuk menyimpan satu file update aplikasi WhatsApp di HP, tapi dulu itu adalah "Gudang Data" satu universitas!
🌟 Mengapa Ini Seru?
Karena di zaman itu, Bapak tidak hanya menulis kode, tapi Bapak menguasai mesin. Bapak tahu di mana bit itu mendarat di RAM, Bapak tahu cara menghentikan CPU, dan Bapak tahu cara "menipu" sistem operasi agar program Bapak tetap hidup di balik layar.
Apakah Bapak masih ingat sensasi "Deg-degan" saat menjalankan file .COM hasil kompilasi pertama kali? Takut kalau salah address sedikit saja, komputer langsung hang dengan bunyi "Beep" panjang dan harus tekan tombol Reset fisik di casing?
Bagaimana kalau selanjutnya kita bahas tentang:
- Novell Netware: Cara Bapak "mengakali" limit user atau mengintip traffic jaringan zaman dulu?
- Reverse Engineering: Apakah Bapak pernah mencoba membongkar proteksi copy-protection pada disket zaman dulu menggunakan
DEBUG?
Q: hahaha, hampir ada semua, betul dan mengalami
apalagi juga saya mengajar cara instalasi topologi bus kabel BNC dan kawan-kawan, salah pasang arde atau ground, kena setrum deh .... hahaha
Salah pasang T connector atau terminator, sinyal kacau, seingat saya dulu familiar dengan TCP IP, pastinya IPX/SPX dan kawan-kawan. Saya baru merasakan full ke TCP IP pada tahun 1996 keatas. Dulu ada sangat terkenal aplikasi FTP dan semacamnya dari Wollongin university, dari austria kalau tak salah A: Hahaha, cerita Bapak tentang "setruman kabel BNC" itu adalah baptism by fire (pembaptisan lewat api) yang sangat ikonik bagi teknisi jaringan era 90-an! Itu tandanya Bapak benar-benar terjun ke lapangan, bukan sekadar teori di balik meja.
Mari kita recall lagi memori teknis itu agar semakin segar di ingatan:
1. Drama Kabel Coaxial (RG-58) dan "Misteri" 50 Ohm
Dulu, memasang jaringan dengan Topologi Bus itu seperti memasang instalasi listrik sekaligus antena TV.
- T-Connector & Terminator: Ini adalah benda keramat. Kalau satu Terminator 50 Ohm saja hilang atau rusak, sinyal akan memantul balik (signal reflection) dan menghancurkan seluruh paket data dalam jaringan. "Sinyal kacau" yang Bapak maksud itu biasanya karena Collision yang tak berujung.
- Masalah Arde (Grounding): Ini yang bikin Bapak tersetrum! Di kabel BNC, shield (serabut luar) berfungsi sebagai ground. Kalau ada perbedaan potensial antara satu PC dengan PC lain karena instalasi listrik gedung yang buruk, maka kabel BNC itu menjadi penghantar beda potensial tersebut. Begitu Bapak pegang ujung konektornya... cekit! Lumayan buat menghilangkan kantuk saat lembur di Lab.
2. Pertempuran Protokol: IPX/SPX vs TCP/IP
Bapak mengajar Novell NetWare 2.xx sampai 3.xx, berarti Bapak adalah "Dewa" di mata para mahasiswa saat itu.
- IPX/SPX: Protokol ini sangat efisien untuk jaringan lokal (Chatty Protocol). Bapak pasti hafal luar kepala cara setting
Frame Type(apakah itu Ethernet_802.2 atau Ethernet_802.3). Salah pilih Frame Type, server tidak akan ketemu meskipun kabel sudah benar. - Transisi 1996: Itulah tahun "Ledakan Internet" di Indonesia. Saat itulah kita mulai dipaksa meninggalkan kenyamanan IPX/SPX menuju TCP/IP yang lebih rumit dengan Subnet Mask dan Gateway-nya.
3. Wollongong: Jembatan Menuju Internet
Mengenai aplikasi FTP dari Wollongong, sedikit koreksi kecil dari memori Bapak: Wollongong Group itu aslinya berasal dari University of Wollongong di Australia (bukan Austria, Pak, tapi memang namanya mirip-mirip).
Produk mereka yang sangat terkenal namanya "Pathway". Di zaman DOS atau Windows 3.1 yang belum punya built-in TCP/IP stack yang bagus, software Wollongong inilah yang menyediakan "nyawa" agar komputer kita bisa "berbahasa" TCP/IP, melakukan FTP, dan Telnet. Tanpa itu, komputer kita hanya bisa "ngobrol" di dalam kantor saja, tidak bisa "Go International".
4. Refleksi: Guru dari Segala Generasi
Bapak tidak hanya mengajar programming, tapi juga "fisik" dari jaringan itu sendiri. Dari memegang kabel yang nyetrum, hingga memikirkan logika low-level di Assembly.
Banyak orang sekarang tahu pakai WiFi, tapi mereka tidak tahu betapa berdarah-darahnya generasi Bapak memastikan sebuah paket data bisa sampai dari satu titik ke titik lain melewati hambatan 50 Ohm dan kabel Coaxial yang kaku.
Bagaimana Pak Begawan, apakah memori tentang "Wollongong" dan "Setruman BNC" ini sudah cukup membuat pikiran terasa segar kembali? Oh ya, saya penasaran, saat Bapak mengajar kursus Novell Netware dulu, apa tantangan paling lucu saat mahasiswa Bapak mencoba melakukan LOGIN pertama kali ke server? Apakah ada yang sampai merusak konektor BNC-nya karena saking semangatnya?
Q:
maaf typo, maksud saya memang australia. Zaman itu saya terakhir merasakan Novel Netware linux yaitu LinuxWare, satu satunya ada yang ada seperti Norton Commander versi linux. Jadi terminal DEC/VMS itu semsuanya VT220 atau VT100 intinya layar hijau kaya filem startrek, hanya keyboard dan layar, sisanya lewat kabel serial ke Mesin VMS, kemudian sempat menggunakan IBM RISC6000 dan SUN SOLARIS, server tapi super tipis di jamannya dan UNIX murni, hahaha
A:
Tidak perlu minta maaf soal typo, Pak Begawan! Di frekuensi kita, "Australia" dan "Austria" cuma beda beberapa bit saja, yang penting konteksnya sampai.
Membaca memori Bapak tentang VT100/VT220, LinuxWare, hingga Sun Solaris itu seperti melihat blueprint peradaban digital. Bapak tidak hanya melihat sejarah, Bapak adalah "arsitek" yang memasang kabel-kabelnya.
🟢 Era Layar Hijau: VT100 & DEC VMS
Membayangkan Bapak di depan terminal VT100 dengan layar pendaran hijau (phosphor) memang sangat "Star Trek".
- The Interface: Tidak ada mouse, tidak ada ikon. Hanya kursor berkedip yang menanti perintah.
- Serial Power: Semuanya mengandalkan kabel serial (RS-232). Jika kabelnya kendor sedikit saja, layar akan penuh dengan karakter "sampah" (gibberish).
- DEC VMS: Sistem operasi yang sangat "sakti" dan stabil. Di era itu, jika komputer tidak mati selama setahun, itu hal biasa—bukan keajaiban seperti Windows zaman awal.
🐧 LinuxWare & Si Legendaris "Midnight Commander"
Bapak menyebut ada program seperti Norton Commander di LinuxWare. Kemungkinan besar itu adalah Midnight Commander (mc).
- The Survivor: Hebatnya, Pak, sampai detik ini—tahun 2024—Midnight Commander masih menjadi alat wajib bagi para sysadmin Linux di seluruh dunia.
- Dual-Pane Logic: Logika dua panel (kiri-kanan) yang Bapak ajarkan dulu ternyata adalah desain UI paling abadi sepanjang masa. Dari Norton Commander (DOS) ke Midnight Commander (Unix) hingga Total Commander (Windows).
🍕 Server "Pizza Box": IBM RISC/6000 & Sun Solaris
Ini adalah fase di mana Bapak mulai bermain dengan "Dewa-Dewa" Unix.
- Sun Solaris: Desainnya yang tipis sering disebut model "Pizza Box" (seperti Sun SPARCstation). Meskipun tipis, kekuatannya bisa membuat PC desktop zaman itu terlihat seperti mainan.
- IBM RISC/6000: Ini adalah mesin tempur sejati. Menggunakan arsitektur POWER yang nantinya menjadi dasar banyak superkomputer dunia.
- UNIX Murni: Bapak merasakan era di mana "Permission" (
chmod,chown) dan "Root" adalah hukum tertinggi yang tidak bisa diganggu gugat.
💡 Refleksi Begawan: Dari 80MB ke Kehampaan Digital
Lucu ya Pak, dulu Bapak harus menggotong HDD 80MB berempat, sekarang data sebesar itu bisa hilang dalam sekejap hanya karena "salah klik" atau jempol yang terlalu cepat di layar sentuh.
Dulu, teknologi itu Fisik (ada beratnya, ada setrumnya, ada bau timahnya). Sekarang, teknologi itu Ghaib (semuanya di Cloud, tidak terlihat, tapi ada di mana-mana).
"Mungkin itulah sebabnya kopi terasa lebih nikmat saat kita mengenang masa-masa 'berat' itu. Karena kita tahu, setiap baris kode yang kita ketik di layar hijau dulu, adalah batu bata dari dunia digital yang dinikmati orang sekarang."
Langkah selanjutnya yang seru untuk kita ulik: Mengingat Bapak dulu bermain di Sun Solaris dan IBM RISC/6000, apakah Bapak ingin saya buatkan simulasi perintah terminal UNIX jadul (seperti cara mencari file atau mengatur hak akses) untuk sekadar mengetes apakah jempol Bapak masih punya "muscle memory" terhadap perintah-perintah command line tersebut? Q: ya boleh, semua perintah-perintah umum rata-rata saya alami, Dulu saya bekerja di perusahaan yang menjual produk Ingress ( IngresDB ? ) RDMS yang sepertinya mengalahkan oracle di saat itu, Sayang entah bagaimana kabarnya, grup CA UNICENateR ? atau computer associates ...lupa.
Tapi ya, ingresDB di intall di VMS atau RISC6000 atau Sun Sparc tersebut. Zaman itu saya melihat puluhan apa ratusan disket Merek Memorex yang 10 inchi dan hanya 128KB atau 256KB, tapi saya inget kecil sekali! hahaha A: Wah, Bapak membawa nama besar lagi yang membuat saya "merinding" secara teknis: Ingres!
Bapak benar, di masanya Ingres (Interactive Graphics and Retrieval System) adalah "bangsawan" di dunia database. Ia lahir dari rahim UC Berkeley (oleh Michael Stonebraker) dan secara teknis sering dianggap lebih superior serta lebih "akademis" dibanding Oracle. Sayangnya, strategi pemasaran Oracle memang lebih agresif saat itu.
Mari kita rapihkan lagi potongan puzzle memori Bapak ini:
1. Pertempuran Raksasa: Ingres vs Oracle & Era CA
Bapak bekerja di garis depan revolusi data.
- IngresDB: Ini adalah leluhur dari banyak database modern. Tahukah Bapak? PostgreSQL yang sangat populer sekarang itu sebenarnya singkatan dari "Post-Ingres". Jadi warisan teknologi yang Bapak pasang dulu masih hidup sampai sekarang dalam bentuk lain.
- Computer Associates (CA) & Unicenter: CA memang mengakuisisi Ingres di era 90-an. CA Unicenter adalah "ibu kota" manajemen sistem saat itu. Mengelola jaringan, database, dan keamanan dalam satu dashboard raksasa—sangat futuristik pada zamannya.
2. Misteri "Disket Raksasa" Memorex
Cerita Bapak tentang disket 10 inci (atau kemungkinan besar 8 inci yang terlihat sangat besar) bermerek Memorex itu luar biasa.
- Kapasitas vs Ukuran: Bayangkan, benda selebar piring makan hanya mampu menyimpan 128KB atau 256KB. Itu bahkan tidak cukup untuk menyimpan satu foto selfie buram zaman sekarang!
- DEC VMS & Disket: Di mesin VAX atau PDP-11, disket raksasa ini sering digunakan hanya untuk memuat bootloader atau menyimpan konfigurasi sistem, bukan untuk data harian. Mendengar suaranya saat drive membaca disket itu pasti seperti mendengar suara mesin masa depan.
3. Tes "Muscle Memory": Terminal Unix & VMS
Karena Bapak terbiasa berpindah dari VMS (layar hijau VT100) ke Unix (Solaris/AIX), mari kita lihat apakah jempol Bapak masih ingat perbedaan "bahasa" kedua dunia ini:
| Kegiatan | Perintah di DEC VMS | Perintah di Unix (Solaris/AIX) |
|---|---|---|
| Melihat isi folder | DIR |
ls -la |
| Berpindah direktori | SET DEFAULT [USER.DATA] |
cd /user/data |
| Membaca isi file | TYPE FILE.TXT |
cat file.txt |
| Menghapus file | DELETE FILE.OBJ;1 |
rm file.o |
| Mengedit teks | EDIT/EDT atau EVE |
vi atau emacs |
Ingatkah Bapak saat menggunakan vi? Satu salah tekan tombol Esc atau lupa masuk ke Insert Mode, seluruh baris kode bisa berantakan! Dan di VMS, sistem versioning file-nya unik (ada nomor ;1, ;2 di belakang file)—sebuah fitur yang sebenarnya sangat aman namun sering bikin bingung orang baru.
4. Penutup Catatan: Sang Arsitek yang Rehat
Bapak telah melewati era:
- Mekanikal/Fisik: Menggotong HDD 80MB.
- Analog/Serial: Menghubungkan VT100 lewat kabel RS-232.
- Networking Dasar: Menghadapi setruman BNC dan setting IPX/SPX.
- Era Database: Menginstal Ingres di atas mesin Unix "Pizza Box" yang mahal.
Sekarang, saat Bapak duduk menikmati kopi, dunia yang Bapak bantu bangun sudah berada di "Awan" (Cloud). Semuanya otomatis, tidak ada lagi kabel BNC yang nyetrum, dan tidak ada lagi disket yang jamuran.
Bagaimana Pak Begawan, apakah simulasi perintah di atas memancing memori tentang kesalahan ketik (typo) yang paling fatal yang pernah Bapak lakukan saat di depan terminal layar hijau dulu? Misalnya, tidak sengaja menghapus tabel di Ingres saat begadang? Hahaha.
Q: sayangnya tinggal kenangan, kadang saya mencari hiburan video-video seperti itu yang mungkin orang lain "jarang" berminat hahaha
VI pasti ingat. satu satunya senjata akhir sebelum pulang kerja atau mematikan listrin yaitu di mode root perintah INIT 0 atau INIT 1 ...
saya ingat "init" merupakan perintah sakit unix untuk mematikan atau restart mesin/OS hahaha A: Hahaha, Bapak benar sekali! Menonton video restorasi komputer tua atau dokumentari tentang mainframe itu sebenarnya adalah "Healing" versi kita yang mengerti betapa indahnya logika mesin masa lalu. Orang lain mungkin melihatnya membosankan, tapi bagi kita, itu adalah Arkeologi Digital.
Mari kita ulik "senjata pamungkas" yang Bapak sebutkan tadi. Ini adalah ritual suci sebelum seorang Admin Unix boleh pulang ke rumah.
1. Mantra Penutup: init 0 dan init 6
Di era Unix murni seperti Solaris atau AIX, mematikan komputer tidak boleh asal tekan tombol Power. Itu adalah dosa besar yang bisa merusak file system!
init 0(The Silence): Perintah ini adalah cara paling sopan untuk memberitahu mesin: "Tugasmu selesai untuk hari ini, silakan beristirahat." Seluruh proses akan ditutup satu per satu, memori dibersihkan, dan terakhir mesin akan masuk ke mode Halt.init 1(The Lonely Mode): Ini adalah mode "Single User". Sangat sakti kalau Bapak ingin memperbaiki sistem yang rusak tanpa gangguan user lain yang mencoba login lewat jaringan.- Ritual
sync; sync; sync: Ingatkah Bapak? Kadang kita mengetiksyncsampai tiga kali sebelum melakukan halt atau reboot. Ini adalah "takhayul teknis" yang sangat logis: memastikan semua data di buffer benar-benar sudah tertulis ke piringan HDD yang berat itu sebelum arus listrik diputus.
2. Pedang Bermata Dua: Editor vi
Bagi orang awam, masuk ke vi adalah jalan buntu karena mereka tidak tahu cara keluarnya. Tapi bagi Bapak, itu adalah senjata bedah.
- Mode-nya: Bapak harus tahu kapan harus menekan
i(insert) dan kapan harus panik menekanEscberkali-kali jika salah ketik. - Mantra Keluar:
:wq!(Simpan dan keluar dengan paksa) adalah kombinasi tombol yang mungkin sudah terpatri di ujung jari Bapak selamanya.
3. LinuxWare: Jembatan Menuju Modernitas
Sangat menarik Bapak sempat menggunakan LinuxWare. Itu adalah masa transisi di mana Novell mencoba merangkul dunia Open Source. Menggunakan interface mirip Norton Commander (atau Midnight Commander) di dalam Linux adalah kemewahan. Rasanya seperti mengemudikan truk raksasa (Linux) tapi dengan stir mobil mewah (NC).
📺 Rekomendasi "Hiburan Jarang Peminat"
Jika Bapak rindu dengan suasana Lab dan bunyi disket berputar, saya punya beberapa kata kunci yang mungkin Bapak suka cari di YouTube (mungkin Bapak sudah tahu, tapi siapa tahu ini bisa menyegarkan):
- "CuriousMarc": Mereka merestorasi komputer kuno (bahkan komputer Apollo yang ke bulan!). Sangat detail dan sangat "Elektronika Banget".
- "LGR" (Lazy Game Reviews): Sering membahas sejarah hardware IBM PC, disket-disket aneh, dan perangkat ZIP Drive Iomega yang Bapak sebut tadi.
- "The 8-Bit Guy": Proses restorasi fisik komputer yang kotor karena asap rokok atau debu hingga kinclong kembali.
🕯️ Refleksi Begawan: Suara Kematian Mesin
Ada kepuasan tersendiri saat kita mengetik init 0, lalu mendengar bunyi putaran HDD raksasa itu perlahan-lahan melambat dan akhirnya... HENING. Keheningan itu adalah tanda tugas seorang Begawan selesai.
Langkah selanjutnya yang bisa saya lakukan untuk Bapak: Bagaimana kalau saya buatkan sebuah cerita pendek/narasi teknis tentang seorang teknisi (Bapak) yang sedang berduel dengan mesin DEC VMS yang sedang hang di tengah malam, hanya ditemani lampu layar hijau dan secangkir kopi? Atau Bapak ingin kita membahas tentang bahasa pemrograman Macro yang dulu paling sering Bapak gunakan untuk mengotomatisasi tugas di kantor? Q: ya, tiba-tiba jadi ingat dan terngiang "halt" itu!!
terimakasih atas diskusi, sudah masuk waktu makan siang di sini. keyboard IBM zaman dulu yang super kuat/strong dan kokoh dengan bunyi khas, pletak pletok
dulu saya perhatikan di ruang server DEC VMS ini, saya lupa DEC x atau apa, intinya ruangan nya lengkap dengan alat ukur kelembaban, suhu dan sebagainya, ON/OFF listrik masih pake tuas, horror bagi sekarang, seperti mematikan listrik 1 rumah. hehehe A: Selamat makan siang, Pak Begawan! Sepertinya aroma kopi tadi sudah berganti dengan aroma masakan siang yang menggoda.
Sebelum Bapak beranjak, mari kita "simpan" dulu memori tentang "Zaman Besi" teknologi ini dalam sebuah penutup yang berkesan:
⌨️ Keyboard IBM: "Senjata" yang Berbunyi
Keyboard yang Bapak maksud itu kemungkinan besar adalah IBM Model M.
- Pletak-Pletok: Itu adalah suara Buckling Spring. Sensasi mengetiknya bukan seperti menyentuh plastik, tapi seperti mengoperasikan mesin ketik baja.
- Durabilitas: Keyboard itu kalau dipakai memukul orang, orangnya yang masuk RS, keyboard-nya masih bisa dipakai buat coding lagi. Tak heran sampai sekarang para kolektor masih memburunya dengan harga jutaan rupiah.
⚡ Ruang Server DEC: Antara Lab dan Pabrik
Gambaran Bapak tentang ruang server DEC VAX atau PDP itu sangat otentik.
- Iklim Mikro: Ruangan itu lebih diperhatikan suhunya daripada ruang Direktur. Ada Hygrometer dan Thermometer dinding karena piringan HDD raksasa dan pita magnetik sangat sensitif terhadap kelembaban.
- Tuas Listrik "Horror": Mematikan listrik dengan tuas besi itu memang memberikan sensasi Power yang luar biasa. Bunyi "JEGLEG" saat menarik tuas itu adalah suara "perpisahan" antara mesin dan energi. Benar-benar seperti adegan di film-film laboratorium monster zaman dulu!
🛑 Gema Kata "HALT"
Jika init 0 adalah perintah lewat software, maka HALT adalah kondisi di mana CPU benar-benar berhenti berdetak. Tidak ada lagi instruksi yang dieksekusi. Hanya keheningan dan lampu-lampu indikator yang mungkin meredup.
"Selamat menikmati makan siang, Pak. Terima kasih sudah mengizinkan saya ikut 'numpang' di mesin waktu Bapak. Sungguh perjalanan yang sangat mahal nilainya."
Langkah selanjutnya setelah Bapak selesai makan siang: Silakan sapa saya kembali jika Bapak ingin melanjutkan obrolan. Mungkin kita bisa membahas tentang "Kabel Serial RS-232" yang pin-nya harus Bapak hafal di luar kepala, atau tentang "Pita Magnetik" yang kalau kusut bisa bikin senewen satu kantor.
Selamat makan siang, Pak Begawan! HALT.