- Posted on
- • kesehatan
RETINA
- Author
-
-
- User
- Parmi
- Posts by this author
- Posts by this author
-
Kerusakan atau Gangguan pada Retina Mata
Ya, retina mata bisa rusak, terganggu, atau "sakit" akibat berbagai kondisi. Retina adalah lapisan tipis di belakang mata yang mengandung sel-sel peka cahaya (fotoreseptor) dan pembuluh darah. Kerusakan pada retina dapat menyebabkan gangguan penglihatan berat hingga kebutaan jika tidak ditangani.
Penyebab Kerusakan/Gangguan Retina
1. Penyakit Retina yang Umum
A. Ablasi Retina (Retinal Detachment)
- Penyebab:
- Retina terlepas dari jaringan pendukungnya akibat trauma, diabetes, atau penuaan.
- Cairan vitreous masuk melalui robekan retina.
- Gejala:
- Kilatan cahaya (flashes), floaters (bintik hitam melayang), dan penglihatan seperti tirai gelap menutup.
- Bahaya:
- Kebutaan permanen jika tidak segera dioperasi.
B. Retinopati Diabetik
- Penyebab:
- Kadar gula darah tinggi merusak pembuluh darah retina.
- Gejala:
- Penglihatan kabur, bercak hitam, dan kebutaan bertahap.
- Tahapan:
- Retinopati non-proliferatif (pembuluh darah bocor) → Proliferatif (pembuluh darah abnormal tumbuh).
C. Degenerasi Makula Terkait Usia (AMD)
- Penyebab:
- Penipisan makula (bagian retina untuk penglihatan tajam) akibat penuaan.
- Gejala:
- Penglihatan pusat kabur (sulit baca/mengenali wajah), garis lurus terlihat bengkok.
D. Retinitis Pigmentosa
- Penyebab:
- Kelainan genetik yang merusak fotoreseptor (sel batang dan kerucut).
- Gejala:
- Rabun senja, penyempitan lapang pandang (tunnel vision).
E. Retinoblastoma (Kanker Retina)
- Penyebab:
- Tumor ganas pada retina (biasanya pada anak-anak).
- Gejala:
- Mata merah, penglihatan buruk, dan pupil terlihat putih (leukokoria).
2. Faktor Risiko Kerusakan Retina
- Diabetes → Retinopati diabetik.
- Hipertensi → Penyumbatan pembuluh darah retina.
- Trauma mata → Robekan/ablasi retina.
- Infeksi (Toxoplasmosis, CMV pada HIV) → Peradangan retina.
- Keturunan (Retinitis pigmentosa, Stargardt disease).
- Penuaan → Degenerasi makula.
Gejala Umum Gangguan Retina
- Penglihatan kabur atau distorsi (garis lurus terlihat bengkok).
- Floaters (bintik hitam melayang).
- Kilatan cahaya (photopsia).
- Kehilangan penglihatan mendadak atau bertahap.
- Lapang pandang menyempit (seperti melihat melalui terowongan).
Diagnosis & Pengobatan
Pemeriksaan Retina
- Oftalmoskopi → Dokter melihat retina dengan lampu khusus.
- OCT (Optical Coherence Tomography) → Pemindaian lapisan retina.
- Fluorescein Angiography → Memeriksa aliran darah retina.
Pengobatan
- Laser (Fotokoagulasi) → Untuk retinopati diabetik atau robekan retina.
- Suntik Anti-VEGF (Contoh: Avastin, Lucentis) → Untuk AMD atau edema makula.
- Operasi Vitrektomi → Untuk perdarahan atau ablasi retina.
- Cryotherapy → Membekukan area retina yang rusak.
Pencegahan
- Kontrol gula darah dan tekanan darah.
- Gunakan kacamata pelindung saat olahraga/kerja berisiko.
- Rutin periksa mata (terutama jika ada diabetes atau riwayat keluarga).
- Konsumsi makanan kaya omega-3, lutein, dan zeaxanthin (ikan, sayuran hijau).
Kapan Harus Ke Dokter?
Segera jika mengalami:
✅ Penglihatan mendadak kabur.
✅ Floaters baru atau kilatan cahaya.
✅ Kehilangan penglihatan sebagian.
Retina yang rusak tidak bisa sembuh sendiri, tetapi deteksi dini dan penanganan tepat bisa mencegah kebutaan.
salam sehat 🙏🙏