- Posted on
- • kesehatan
BUTA WARNA
- Author
-
-
- User
- Parmi
- Posts by this author
- Posts by this author
-
Proses Terjadinya Buta Warna (Color Blindness)
Buta warna terjadi ketika sel-sel peka warna di retina (kerucut atau cone cells) tidak berfungsi normal, sehingga otak tidak dapat membedakan warna tertentu dengan benar.
1. Penyebab Buta Warna
A. Faktor Genetik (Bawaan Lahir)
- Penyebab utama (99% kasus buta warna).
- Terjadi karena mutasi gen pada kromosom X, sehingga lebih sering dialami pria (wanita biasanya carrier).
- Jenis yang diturunkan:
- Dichromacy (hanya memiliki 2 jenis kerucut aktif):
- Protanopia (tidak bisa lihat merah).
- Deuteranopia (tidak bisa lihat hijau).
- Tritanopia (jarang, tidak bisa lihat biru/kuning).
- Anomali Trichromacy (3 kerucut ada, tetapi salah satu lemah):
- Protanomaly (merah terlihat redup).
- Deuteranomaly (hijau terlihat redup, paling umum).
- Tritanomaly (biru/kuning sulit dibedakan).
B. Faktor Didapat (Acquired Color Blindness)
- Kerusakan retina atau saraf optik akibat:
- Penyakit: Glaukoma, diabetes, degenerasi makula.
- Cedera fisik pada mata atau otak.
- Paparan bahan kimia berbahaya.
- Efek obat-obatan:
- Hydroxychloroquine (obat malaria/lupus).
- Sildenafil (Viagra) dosis tinggi.
- Penuaan: Perlahan menurunkan sensitivitas warna.
2. Bagaimana Buta Warna Terjadi?
Proses Penglihatan Warna Normal
- Cahaya masuk ke mata → difokuskan ke retina.
- Sel kerucut (cone cells) di retina menangkap warna:
- S-cones (biru) → sensitif terhadap cahaya pendek.
- M-cones (hijau) → cahaya medium.
- L-cones (merah) → cahaya panjang.
- Sinyal warna dikirim ke otak melalui saraf optik.
Pada Buta Warna
- Salah satu jenis sel kerucut tidak berfungsi:
- Jika L-cones rusak → tidak bisa lihat merah (Protanopia).
- Jika M-cones rusak → tidak bisa lihat hijau (Deuteranopia).
- Otak tidak menerima sinyal warna lengkap → warna tertentu terlihat sama (misal: merah & hijau jadi abu-abu).
3. Gejala Buta Warna
- Sulit membedakan warna tertentu (tergantung jenisnya).
- Warna terlihat kusam atau redup.
- Kesulitan dalam aktivitas seperti:
- Membaca peta berwarna.
- Memilih pakaian.
- Mengenali lampu lalu lintas.
4. Diagnosis Buta Warna
- Ishihara Color Test (tes lingkaran angka berwarna).
- Farnsworth-Munsell 100 Hue Test (menyusun gradasi warna).
- Anomaloscope (mengukur ketepatan melihat merah-hijau).
5. Apakah Buta Warna Bisa Disembuhkan?
- Buta warna genetik tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa dikelola dengan:
- Kacamata filter warna (EnChroma, dll.).
- Aplikasi penyesuaian warna di gadget.
- Buta warna didapat kadang bisa membaik jika penyebabnya diobati (misal: operasi katarak, kontrol gula darah).
Fakta Menarik
- 1 dari 12 pria & 1 dari 200 wanita mengalami buta warna.
- Buta warna total (monokromasi) sangat langka (hanya melihat hitam-putih).
Jika Anda mencurigai buta warna, konsultasi ke dokter mata untuk tes lebih lanjut.
salam Sehat