Parmi Notes Random short any article
Posted on
author - penulis

QUBA

Author

Masya Allah, sungguh nikmat yang luar biasa bisa melaksanakan shalat di Masjid yang bernama Quba ini walaupun adanya di Maharta bukan di Jakarta apalagi Makkah atau Madinah dan dalam keadaan musafir. Berikut hal-hal terkait cerita tentang Masjid Quba dari sudut pandang ajaran Islam, semoga memperkaya kekhusyukan ibadah Anda di sana:

  1. Masjid Pertama dalam Islam:

    • Masjid Quba dibangun oleh Rasulullah SAW dan para sahabat segera setelah beliau tiba di Madinah dalam peristiwa Hijrah. Batu pertamanya diletakkan oleh Rasulullah SAW sendiri, diikuti oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab RA.
  2. Disebut Secara Khusus dalam Al-Qur'an:

    • Masjid Quba adalah satu-satunya masjid yang disebutkan namanya secara spesifik dalam Al-Qur'an (selain Masjidil Haram). Allah SWT berfirman: > "Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih." (QS. At-Taubah: 108)
    • Ayat ini menegaskan keutamaan dan kesucian masjid ini karena dibangun atas dasar ketakwaan (taqwa) kepada Allah SWT.
  3. Keutamaan Shalat di Dalamnya:

    • Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan shalat di Masjid Quba: > "Barangsiapa bersuci (berwudhu) di rumahnya, kemudian datang ke Masjid Quba lalu shalat di dalamnya satu shalat (sunnah), maka baginya (pahala) seperti pahala umrah." (HR. Ibnu Majah, An-Nasa'i, Ahmad - dinilai hasan oleh banyak ulama).
    • Pahala seperti umrah ini adalah keutamaan yang sangat besar, menunjukkan betapa agungnya kedudukan masjid ini di sisi Allah SWT.
  4. Sunnah Nabi SAW Mengunjunginya:

    • Rasulullah SAW sering mengunjungi Masjid Quba, biasanya pada hari Sabtu, dengan berjalan kaki atau berkendaraan, untuk melaksanakan shalat di dalamnya. (HR. Bukhari & Muslim). Ini menunjukkan anjuran untuk mengunjungi dan menghidupkan masjid ini dengan ibadah.
  5. Lambang Persatuan dan Ukhuwah:

    • Pembangunan Masjid Quba melibatkan kaum Muhajirin (pendatang dari Makkah) dan Anshar (penduduk asli Madinah) yang saling bahu-membahu. Masjid ini menjadi simbol persatuan, kerjasama, dan ukhuwah Islamiyah yang kuat di awal pembentukan masyarakat Muslim di Madinah.
  6. Makna "Atas Dasar Takwa":

    • Penjelasan ayat di atas bahwa masjid ini dibangun "atas dasar takwa" (taqwa) mengandung makna yang dalam:
      • Ikhlas: Dibangun hanya untuk mencari ridha Allah SWT, bukan untuk riya' atau tujuan duniawi.
      • Mengikuti Petunjuk Nabi: Dibangun sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
      • Tempat Suci: Menjadi tempat yang suci untuk beribadah, dzikir, dan mempelajari agama.
      • Menjauhi Kemaksiatan: Menjadi pusat kegiatan yang jauh dari kemungkaran.
      • Persaudaraan: Menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan sesama Muslim.

Bagi Anda Sebagai Musafir:

  • Shalat di Masjid Quba: Shalat yang Anda laksanakan di sana (baik fardhu maupun sunnah) memiliki keutamaan yang sangat besar seperti disebutkan dalam hadits.
  • Qashar Shalat: Sebagai musafir yang memenuhi syarat, Anda berhak mengqashar (meringkas) shalat fardhu yang 4 rakaat (Zhuhur, Ashar, Isya') menjadi 2 rakaat saat melaksanakannya di Masjid Quba. Ini adalah rukhsah (keringanan) dari Allah SWT yang patut disyukuri.
  • Momentum Istimewa: Manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan langka ini. Luangkan waktu untuk berdzikir, berdoa, membaca Al-Qur'an, dan merenungkan sejarah serta keagungan tempat ini setelah shalat.

Semoga Allah SWT menerima ibadah shalat Anda di Masjid Quba yang mulia ini, mengampuni dosa-dosa, dan melimpahkan keberkahan serta keselamatan dalam perjalanan Anda. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

Berikut penjelasan detail mengenai lokasi kedatangan Nabi Muhammad SAW saat hijrah ke Madinah dan kondisi terkini Masjid Quba:

1. Lokasi Persis Kedatangan Nabi SAW di Madinah: * Titik Awal: Quba - Ketika Nabi Muhammad SAW "terpaksa mengungsi" dari Mekkah akibat tekanan dan kekejaman kaum Quraisy, beliau tiba pertama kali di desa Quba, yang terletak sekitar 5-6 km di sebelah tenggara pusat kota Madinah (Masjid Nabawi) pada masa itu.
* Sebab Berhenti di Quba:
* Faktor Keamanan: Quba berada di luar wilayah inti Madinah (Yatsrib) saat itu, memberikan jarak aman sementara dari kemungkinan pengejaran.
* Menunggu Ali bin Abi Thalib RA: Nabi SAW menunggu kedatangan sepupu beliau, Ali RA, yang melakukan perjalanan terpisah dari Mekkah sambil membawa keluarga Nabi.
* Undangan Bani 'Amr bin 'Auf: Beliau menjadi tamu suku Bani 'Amr bin 'Auf yang tinggal di Quba.
* Durasi Tinggal: Nabi SAW tinggal di Quba selama 14 hari (menurut riwayat paling kuat) menunggu Ali RA sekaligus mempersiapkan keberangkatan ke pusat Madinah.
* Pembangunan Masjid Quba: Selama masa menunggu inilah, di atas sebidang tanah milik Kultsum bin Al-Hadam RA, Nabi SAW bersama para sahabat membangun Masjid Quba. Batu pertamanya diletakkan oleh Nabi SAW sendiri, diikuti Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab RA. Inilah masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam.
* Perjalanan ke Pusat Madinah: Setelah Ali RA tiba, Nabi SAW melanjutkan perjalanan menuju pusat Madinah (Yatsrib). Beliau memasuki kota pada hari Jum'at dan melaksanakan shalat Jum'at pertama di lembah Ranuna' (lokasi Masjid Jum'at sekarang), sebelum akhirnya tiba di lokasi dimana Masjid Nabawi berdiri sekarang.

2. Keadaan Masjid Quba Sekarang: * Lokasi: Masjid Quba masih berada di lokasi aslinya di desa Quba, yang sekarang telah menjadi bagian dari kota Madinah Al-Munawwarah yang meluas. Jaraknya sekitar 5 km di selatan Masjid Nabawi.
* Kondisi Fisik:
* Pembangunan & Renovasi Besar: Masjid Quba telah mengalami beberapa kali renovasi dan perluasan besar sepanjang sejarah Islam oleh para khalifah (seperti Umar bin Abdul Aziz, Khalifah Abbasiyah, Utsmaniyah).
* Ekspansi Modern Terbesar: Pada masa Kerajaan Saudi Arabia, terutama di bawah Raja Fahd bin Abdulaziz Al Saud (tahun 1986), masjid ini direnovasi dan diperluas secara sangat signifikan.
* Arsitektur Megah & Modern: Bangunan saat ini sangat megah, luas, dan modern, menggabungkan unsur arsitektur Islam klasik dengan teknologi kontemporer.
* Luas & Kapasitas: Luas bangunan mencapai lebih dari 135.000 meter persegi, dengan kapasitas menampung lebih dari 30.000 jamaah sekaligus.
* Fasilitas: Memiliki halaman yang luas, area parkir bawah tanah yang besar, tempat wudhu yang sangat memadai, toilet modern, AC yang kuat, sistem pengeras suara canggih, dan perpustakaan.
* Menara & Kubah: Memiliki 4 menara tinggi di setiap sudut utama dan 56 kubah berukuran lebih kecil di atapnya, selain kubah utama.
* Tempat Bersejarah: Di dalam kompleks masjid, masih ada area kecil yang dilestarikan yang menunjukkan bekas fondasi dan mihrab masjid asli yang dibangun Nabi SAW. Area bersejarah ini biasanya ditandai atau dipagari khusus.
* Kondisi Spiritual & Aktivitas:
* Tetap Suci & Dihidupkan: Meski bangunannya modern, tanahnya tetap suci dan masjid ini sangat hidup dengan aktivitas ibadah. Keutamaannya sebagai masjid pertama dan tempat yang disebut dalam Al-Qur'an tetap melekat.
* Dikunjungi Jamaah Haji/Umrah: Menjadi salah satu tempat ziarah utama bagi jamaah haji dan umrah yang datang ke Madinah. Mereka berbondong-bondong untuk melaksanakan shalat sunnah di dalamnya, mengharapkan pahala seperti umrah sebagaimana sabda Nabi SAW.
* Shalat Berjamaah: Selalu ramai dengan shalat fardhu berjamaah dan shalat sunnah.
* Terawat Sangat Baik: Dikelola dan dipelihara dengan sangat baik oleh pemerintah Saudi Arabia, selalu dalam keadaan bersih dan siap digunakan.
* Atmosfer Ibadah: Suasana di dalam dan sekitar masjid sangat khusyuk dan penuh keberkahan, mengingatkan pada sejarah agungnya.

Kesimpulan Penting:
Meskipun bangunan fisik Masjid Quba sekarang jauh lebih besar dan modern dibandingkan masjid sederhana yang didirikan Nabi SAW dan para sahabat, nilai spiritual dan sejarahnya tidak pernah berubah. Tanah tempatnya berdiri adalah tanah yang sama yang dipijak Nabi SAW, tempat batu pertama diletakkan oleh tangan beliau sendiri, dan tempat turunnya pujian Allah dalam QS. At-Taubah: 108. Keutamaannya sebagai "masjid yang didirikan atas dasar takwa" tetap abadi. Keberadaan bekas fondasi masjid lama di dalam kompleks modern ini menjadi pengingat fisik yang kuat akan sejarahnya yang mulia.

Semoga Allah SWT menerima shalat dan ibadah Anda di tanah yang penuh berkah ini, dan memudahkan seluruh urusan Anda sebagai musafir. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.