Parmi Notes Random short any article
Posted on
Notes

ASHAR (sin vs shod )

Author

Berikut penjelasan mendalam tentang perbedaan عَصْر (ashar dengan 'ṣād') dan عَشْر (asyar dengan 'syīn') dalam bahasa Arab, termasuk makna, penggunaan, dan hal penting terkait:


1. Perbedaan Huruf & Pengucapan

Kata Huruf Arab Huruf Latin Makhraj (Tempat Keluar Huruf) Sifat Huruf
عَصْر ع ص ر 'a-ṣ-r Ṣād (ص): Ujung lidah menekan langit-langit keras Nada berat, tebal (tafkhm)
عَشْر ع ش ر 'a-sy-r Syīn (ش): Tengah lidah mendekati langit-langit Nada ringan (tarqiq)

Contoh Pengucapan: - عَصْر ('aṣr): Seperti "ass-ro" dengan tekanan tebal. - عَشْر ('asyr): Seperti "a-syro" dengan desisan halus.


2. Perbedaan Makna & Penggunaan

(A) عَصْر ('Aṣr)

Artinya: 1. Waktu Ashar (shalat wajib ketiga dalam Islam).
- Contoh:

﴿وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ﴾ (QS. Al-Baqarah 2:43)
"Dan dirikanlah shalat (termasuk shalat 'aṣr), tunaikanlah zakat."

  1. Masa/Zaman (era atau periode waktu).

    • Contoh:
      > عَصْرُ النُّبُوَّةِ
      "Zaman kenabian."
  2. Buah Asam (dalam dialek tertentu).

(B) عَشْر ('Asyr)

Artinya: 1. Angka Sepuluh (10).
- Contoh:

عَشْرُ نَاقَاتٍ
"Sepuluh unta."

  1. Bagian dari hitungan waktu (10 hari/malam).
    • Contoh:
      > ﴿وَلَيَالٍ عَشْرٍ﴾ (QS. Al-Fajr 89:2)
      "Demi malam yang sepuluh (10 malam terakhir Ramadhan atau Dzulhijjah)."

3. Contoh Kalimat untuk Membedakan

Kata Kalimat Arab Artinya
عَصْر صَلَّيْتُ العَصْرَ "Aku telah shalat Ashar."
عَشْر اِشْتَرَيْتُ عَشْرَ كُتُبٍ "Aku membeli sepuluh buku."

4. Hal Penting yang Perlu Diperhatikan

  1. Konteks Al-Qur’an:

    • Kata عَصْر muncul dalam Surah Al-‘Asr (103:1):
      > ﴿وَالعَصْرِ﴾
      "Demi masa."
    • Kata عَشْر muncul dalam Surah Al-Fajr (89:2) tentang waktu ibadah.
  2. Bahasa Sehari-hari:

    • Salah ucap bisa mengubah makna:
      • عَصْر (zaman) vs عَشْر (angka 10).
  3. Penulisan Latin:

    • Gunakan untuk 'ṣād' (عَصْر = 'aṣr') dan sy untuk 'syīn' (عَشْر = 'asyr').

5. Tips Membedakan

  • Ingat Konteks:
    • Jika terkait waktu/shalat, gunakan عَصْر.
    • Jika terkait jumlah angka, gunakan عَشْر.
  • Latihan Pendengaran:
    • Dengarkan mufasir atau audio Quran untuk membedakan nada ṣād (tebal) dan syīn (ringan).

Kesimpulan

Perbedaan عَصْر dan عَشْر terletak pada:
1. Huruf: Ṣād (ص) vs Syīn (ش).
2. Makna: Waktu/zaman vs angka sepuluh.
3. Penggunaan: Religius (shalat) vs matematis/kuantitas.

Contoh Visual:

🕌 عَصْر = Shalat Ashar (pukul 15.00).
🔟 عَشْر = Angka 10 (عَشْرَةُ أَصَابِعَ = 10 jari).

Waspada saja! 🌟

Pertanyaan ini menyentuh aspek fundamental dalam Islam, yaitu landasan perintah shalat. Berikut penjelasan komprehensif dengan referensi dari Al-Qur'an, Hadis, dan konsensus ulama:


1. Perintah Shalat dalam Al-Qur'an (Langsung dari Allah)

Al-Qur'an memuat perintah eksplisit tentang shalat dalam puluhan ayat, contoh: - QS. Al-Baqarah 2:43
"Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk."
- QS. Hud 11:114
"Dan laksanakanlah shalat pada kedua ujung siang (Subuh dan Ashar) dan pada bagian permulaan malam (Maghrib dan Isya)."
- QS. Al-Isra' 17:78
"Dirikanlah shalat dari tergelincirnya matahari (Zhuhur/Ashar) sampai gelapnya malam (Isya), dan (dirikanlah) shalat Subuh."

Catatan:
- Ayat-ayat ini bersifat umum, tanpa rincian tata cara.
- Perintah shalat juga disebut dalam konteks kisah para nabi (e.g., Nabi Ibrahim dalam QS. Ibrahim 14:40).


2. Peran Nabi Muhammad dalam Menetapkan Tata Cara Shalat

Meski Al-Qur'an memerintahkan shalat, detail praktiknya (waktu, rakaat, gerakan) berasal dari:

A. Hadis Nabi (Sunnah)

  • Contoh Hadis:
    • "Shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat." (HR. Bukhari).
    • Hadis tentang jumlah rakaat: Subuh 2, Zhuhur 4, dll.
  • Fungsi Sunnah:
    • Menjelaskan hal-hal yang tidak dirinci Al-Qur'an, seperti:
    • Gerakan (rukuk, sujud).
    • Bacaan (doa iftitah, tasyahud).
    • Kondisi khusus (shalat safar, sakit).

B. Peristiwa Isra' Mi'raj

  • Landasan kewajiban shalat 5 waktu:
    • Dalam Isra' Mi'raj (QS. Al-Isra' 17:1), Nabi menerima perintah langsung dari Allah tentang shalat 5 waktu.
    • Awalnya 50 waktu, kemudian dimohonkan pengurangan hingga 5 waktu dengan pahala setara 50 (HR. Bukhari-Muslim).

3. Ijma' Ulama (Konsensus)

  • Seluruh mazhab (Syafi'i, Hanbali, Maliki, Hanafi) sepakat bahwa:
    • Shalat 5 waktu wajib berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis.
    • Tata cara shalat mengikuti contoh Nabi.

4. Pertanyaan Kritis: Mengapa Al-Qur'an Tidak Merinci Shalat?

  • Hikmah:
    • Al-Qur'an adalah pedoman universal, sedangkan detail praktis butuh penjelasan lisan/demonstrasi (Sunnah).
    • Nabi sebagai "living Qur'an" yang mempraktikkan wahyu.
  • Analog:
    • Seperti dokter memberi resep umum ("minum obat 3x sehari"), tetapi perincian dosis disampaikan secara lisan.

5. Kesimpulan: Sumber Kewajiban Shalat

Aspek Sumber Contoh
Kewajiban Al-Qur'an QS. Al-Baqarah 2:43
Tata Cara Hadis Nabi HR. Bukhari: "Shalatlah seperti aku."
Penguatan Ijma' Ulama Konsensus 4 mazhab

6. Pandangan Kelompok yang Menolak Hadis

  • Qur'an Alone (Inkar Sunnah):
    • Argumen: "Al-Qur'an sudah lengkap, tidak butuh Hadis."
    • Kelemahan:
    • Tidak bisa menjawab pertanyaan: "Berapa rakaat shalat Zhuhur?" karena Al-Qur'an tidak menyebutnya.
    • Bertentangan dengan QS. Al-Hasyr 59:7: "Apa yang diberikan Rasul kepadamu, terimalah..."

FAQ

Q: Apakah shalat ada dalam agama sebelum Islam?
A: Ya! Nabi Ibrahim, Musa, dan Isa juga diperintahkan shalat (QS. Maryam 19:31, QS. Ta-Ha 20:14), tetapi bentuknya berbeda.

Q: Bagaimana jika seseorang hanya shalat berdasarkan Al-Qur'an tanpa Hadis?
A: Ia akan kesulitan menentukan:
- Waktu shalat (kapan tepatnya "ujung siang"?).
- Gerakan (apakah wajib sujud?).
- Bacaan (apa yang dibaca saat rukuk?).


Penutup

Perintah shalat bersumber langsung dari Allah dalam Al-Qur'an, tetapi praktiknya harus merujuk pada Sunnah Nabi. Tanpa Hadis, shalat kehilangan bentuknya yang sahih.

Referensi:
- Tafsir Ibn Katsir (QS. Al-Baqarah 2:43).
- Hadis Shahih Bukhari (No. 631).
- Kitab Al-Luma' fi Ushul al-Fiqh (Imam Syirazi).

Bahan perenungan! 🙏