Parmi Notes Random short any article
Posted on
author - penulis

GIS

Author

Anda menyebut PCI Geomatica, salah satu perangkat lunak GIS (Geographic Information System) yang populer di era 1990-an hingga awal 2000-an. Mari kita bahas apa itu GIS, fungsi PCI, dan perkembangannya hingga sekarang.


🌐 Apa Itu GIS?

GIS (Geographic Information System) adalah sistem untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan memvisualisasikan data geografis berbasis peta digital. Ciri khasnya:
- Data berlapis (multi-layer): Misalnya lapis jalan, sungai, bangunan, atau foto udara.
- Analisis spasial: Contoh: menghitung risiko banjir atau optimasi rute logistik.
- Visualisasi 3D: Dengan foto udara/stereo (seperti yang Anda gunakan di PCI).


🛰️ PCI Geomatica: Software GIS Legendaris

PCI Geomatica adalah perangkat lunak GIS Kanada yang terkenal dengan kemampuan pengolahan citra satelit/foto udara dan pembuatan model 3D.

Fitur Unggulan PCI Geomatica:

  1. Foto Udara/Satelit Berlapis
    • Bisa membandingkan citra dari tahun berbeda untuk analisis perubahan lahan.
  2. Stereo View (3D)
    • Menggunakan kaca/lensa khusus (stereoscope) untuk melihat foto udara secara 3D dengan teknik fotogrametri.
  3. Analisis Spasial
    • Contoh: Pemetaan hutan, pertambangan, atau perencanaan kota.
  4. Kompatibilitas Data
    • Mendukung format seperti Landsat, SPOT, dan radar.

Kenapa PCI Geomatica Dulu Populer?

  • Era 1990-2000, alternatif GIS masih terbatas (ArcGIS mahal, QGIS belum ada).
  • Akurasi tinggi untuk pemetaan sumber daya alam.
  • Digunakan oleh perusahaan minyak, militer, dan Lembaga pemerintah.

🔄 Perkembangan GIS Modern vs. PCI Geomatica

Era PCI Geomatica GIS Sekarang
✔ Fokus pada citra satelit/foto udara ✔ Integrasi dengan drone, LiDAR, & AI
✔ Butuh perangkat khusus (stereoscope) ✔ 3D langsung di layar (contoh: Google Earth)
✔ Harga mahal & lisensi rumit ✔ Banyak alternatif open-source (QGIS)
✔ Digunakan oleh ahli geospasial ✔ Akses mudah via web (ArcGIS Online, Mapbox)

💡 Alternatif GIS Modern Pengganti PCI

  1. QGIS (Gratis, open-source) – Mirip PCI tapi lebih modern.
  2. ArcGIS Pro (Esri) – Standar industri, tapi berbayar.
  3. Google Earth Engine – Analisis citra satelit berbasis cloud.
  4. ENVI – Khusus pengolahan citra satelit.

🎯 Kesimpulan

  • PCI Geomatica adalah pelopor GIS berbasis citra satelit/foto udara dengan fitur stereo 3D.
  • Sekarang, teknologi GIS lebih canggih dengan AI, drone, dan komputasi awan, tetapi konsep multi-layer dan analisis spasialnya tetap sama.
  • Jika Anda ingin nostalgia atau membutuhkan fungsi serupa, QGIS atau ArcGIS Pro bisa jadi pilihan.

Dulu pakai kaca 3D, sekarang cukup zoom-in di Google Earth! 😄

Betul sekali! PCI Geomatica memang salah satu software GIS legendaris era 1990-2000an yang super mahal dan dianggap high-end saat itu. Perusahaan pengembangnya, PCI Geomatics (sekarang PCI Geomatics Group), berbasis di Kanada dan menjadi pionir dalam pengolahan citra satelit dan fotogrametri.


📌 Fakta Menarik PCI Geomatica di Era 1990-2000an

  1. Harga Selangit

    • Lisensi PCI Geomatica bisa mencapai puluhan ribu dolar AS, membuatnya hanya terjangkau untuk:
      • Perusahaan minyak & pertambangan.
      • Lembaga pemerintah (seperti BPN/BIG di Indonesia).
      • Militer dan badan riset.
    • Bandingkan dengan sekarang: QGIS (gratis) atau ArcGIS (~$1,500/tahun).
  2. Hardware Khusus

    • Butuh komputer dengan spesifikasi tinggi (di zamannya), seperti:
      • RAM besar (128 MB sudah mewah!).
      • GPU khusus untuk render citra.
      • StereoScope (kacamata 3D) untuk analisis fotogrametri.
  3. Data Satelit Terbatas

    • Sumber data utama: Landsat, SPOT, atau foto udara analog yang harus diproses manual.
    • Bandingkan dengan sekarang: Google Earth, Sentinel Hub (gratis), atau drone.
  4. Proses Belajar Rumit

    • Tidak ada tutorial YouTube! Pengguna mengandalkan buku manual tebal atau pelatihan langsung.

🇨🇦 Tentang PCI Geomatics (Perusahaan di Balik PCI Geomatica)

  • Didirikan: 1982 di Richmond Hill, Ontario, Kanada.
  • Fokus Awal: Pengolahan citra satelit untuk industri sumber daya alam.
  • Produk Flagship:
    • PCI Geomatica (software GIS fotogrametri).
    • Geomatica Focus (tools untuk klasifikasi citra).
  • Sekarang:
    • Masih ada, tetapi kalah pamor dengan ArcGIS, QGIS, atau ENVI.
    • Beralih ke solusi cloud-based dan AI.

🔄 Nasib PCI Geomatica Sekarang

  • Banyak Digantikan:
    • ArcGIS (Esri) → Untuk analisis spasial modern.
    • QGIS → Alternatif gratis yang powerful.
    • Pix4D, Agisoft Metashape → Fotogrametri drone.
  • Masih Dipakai di Sektor Khusus:
    • Perusahaan yang sudah berinvestasi lama di PCI.
    • Projek warisan (legacy) yang belum bermigrasi.

😊 Nostalgia Era GIS Jadul

Jika Anda pernah menggunakan PCI Geomatica, berarti Anda termasuk early adopter teknologi GIS! Dulu:
- Klik toolbar manual → Sekarang drag-drop di QGIS.
- Tunggu berjam-jam proses citra → Sekarang hitungan detik dengan cloud.
- Cetak peta pakai plotter besar → Sekarang ekspor langsung ke PDF/web.

"Dulu pusing pakai PCI, sekarang tinggal zoom-in di Google Maps!" 😆

Wah, ini cerita seru sekaligus bikin merinding! 😆 Anda benar—di era 1990-an, satu foto udara beresolusi tinggi dengan multi-layer bisa memakan ruang puluhan GB (bahkan mendekati 100GB), dan harganya bikin kantong jebol. Mari kita bandingkan dengan tools sekarang yang jauh lebih efisien (dan murah)!


📊 Perbandingan "Zaman PCI Geomatica" vs. "Tools Modern"

Aspek PCI Geomatica (1997) 🕰️ Tools GIS Modern (2024) 🚀
Ukuran File 1 foto udara + multi-layer = ~79GB (bayangkan pakai HDD jaman dulu!) 1-5GB (kompresi canggih, format COG/Cloud Optimized GeoTIFF)
Harga Software $3,500+ USD (belum termasuk hardware high-end) Gratis (QGIS) atau $500-$1,500/tahun (ArcGIS Pro)
Kebutuhan Hardware Butuh workstation khusus (RAM 512MB sudah mewah!) Laptop biasa bisa jalanin QGIS/Google Earth Engine
Proses Analisis Hitungan jam-hari untuk klasifikasi citra Hitungan menit berkat GPU & cloud computing
3D & Stereo View Pakai kaca stereoscope + manual digitizing Langsung render 3D di ArcGIS Pro/QGIS dengan LiDAR/drone
Sumber Data Harus beli data satelit/foto udara (mahal) Bisa pakai gratis (Sentinel Hub, USGS Earth Explorer)
Kolaborasi Data disimpan lokal, susah dibagi Cloud-based (ArcGIS Online, Google Earth Engine)

💡 Kenapa Dulu Begitu "Ekstrem"?

  1. Teknologi Penyimpanan Terbatas

    • HDD tahun 1997 kapasitasnya hanya 4-10GB (harganya bisa $1,000+). Bayangkan harus nyimpen file 79GB!
    • Format file belum terkompresi (e.g., TIFF tanpa optimasi).
  2. Fotogrametri Manual

    • Untuk buat model 3D, harus pakai stereoscope dan digitasi manual (klik titik satu per satu).
    • Sekarang, drone + software (seperti Pix4D) bisa hasilkan 3D otomatis dalam hitungan jam.
  3. Lisensi Mahal = Monopoli Pasar

    • Saat itu, hanya PCI/Erdas/ArcInfo yang bisa olah data citra kompleks.
    • Sekarang, QGIS + plugin bisa lakukan 80% fungsi GIS tanpa bayar.

🚀 Contoh Tools Modern Pengganti PCI Geomatica

  1. Untuk Pengolahan Citra Satelit

    • ENVI (masih berbayar, tapi lebih cepat + AI).
    • Google Earth Engine (gratis, berbasis cloud).
    • SNAP Toolbox (untuk data Sentinel, gratis).
  2. Untuk Fotogrametri 3D

    • Pix4D / Agisoft Metashape (dari foto drone).
    • WebODM (open-source, bisa jalan di laptop biasa).
  3. GIS Multi-Layer

    • QGIS (gratis, bisa handle raster/vektor besar).
    • ArcGIS Pro (lebih user-friendly, integrasi cloud).

😎 Kisah Lucu Zaman Dulu vs. Sekarang

  • Dulu:

    • "Tolong jangan restart komputer, lagi proses klasifikasi citra 8 jam!"
    • "Data 79GB? Backup-nya pakai kaset tape atau puluhan CD-R!"
  • Sekarang:

    • "Upload foto drone ke cloud, 5 menit jadi model 3D."
    • "Analisis perubahan lahan? Cukup pakai HP + aplikasi GIS online."

🎯 Kesimpulan

  • PCI Geomatica di era 1997 = "Rolls-Royce"-nya GIS: Powerful tapi mahal dan ribet.
  • Tools sekarang = "Toyota Hybrid": Cepat, efisien, dan terjangkau (bahkan gratis!).
  • Yang tetap sama: Konsep multi-layer dan analisis spasial, tapi prosesnya 100x lebih mudah.

"Dulu 79GB bikin pusing, sekarang 79GB cuma segitu doang? 🤯"

😊