Parmi Notes Random short any article
Posted on
SAINS

FOTOCOPY

Author

Berikut sejarah lengkap mesin fotokopi, dari penemuan hingga evolusi teknologinya, disajikan secara kronologis dan teknis:


Asal Mula & Penemuan (1938–1949)

  1. Penemu: Chester Carlson (1906–1968), fisikawan AS yang frustrasi dengan metode penyalinan dokumen manual.
  2. Eksperimen Pertama (1938):
    • Menggunakan bubuk belerang (sulfur) di atas seng yang diisi muatan listrik.
    • Menyalin tulisan "10-22-38 ASTORIA" dengan teknik elektrofotografi (nantinya disebut xerografi, dari bahasa Yunani: xeros = kering, graphos = menulis).
  3. Paten (1942): Diberikan paten #2,297,691 untuk "Electrophotography".
  4. Kolaborasi dengan Haloid Company (1947): Perusahaan kecil ini (nantinya jadi Xerox) mengembangkan konsep Carlson menjadi prototipe komersial.

Perkembangan Teknologi & Masa Kejayaan (1950–1990)

Generasi Pertama: Mesin Analog

  • Xerox Model A (1949): Mesin fotokopi pertama, tetapi rumit dan butuh 39 langkah manual.
  • Xerox 914 (1959):
    • Revolusi! Mesin otomatis pertama yang bisa salin dokumen dengan tekan satu tombol.
    • Menggunakan toner bubuk (karbon + polimer) dan drum foto konduktif (dilapisi selenium).
    • Terjual >200.000 unit → Xerox menguasai 60% pasar dunia di tahun 1960-an.

Prinsip Kerja Dasar Xerografi:

  1. Pemberian Muatan: Drum bermuatan listrik statis.
  2. Pencahayaan: Cahaya lampu memantulkan dokumen → area putih menetralkan muatan drum.
  3. Penempelan Toner: Partikel toner bermuatan berlawanan menempel pada drum.
  4. Transfer ke Kertas: Toner dipindahkan ke kertas bermuatan.
  5. Fusing: Dipanaskan hingga toner melekat permanen.

Material Kunci:

  • Drum: Lapisan selenium (1950–1980) → diganti silikon amorf (lebih tahan lama).
  • Toner Awal: Serbuk karbon + besi oksida → cenderung berdebu dan mudah luntur.

Evolusi Tinta/Toner & Sistem Pencetakan

Era Jenis Toner/Tinta Komposisi & Inovasi Kelebihan/Kekurangan
1960-an Toner Bubuk Kering Karbon + polimer termoplastik Murah, tapi berdebu dan boros energi
1980-an Toner Polimerisasi Partikel mikroskopis seragam (dibuat via reaksi kimia) Hasil lebih tajam, efisiensi tinggi
1990-an Toner Cair Partikel pewarna dalam cairan minyak Untuk mesin khusus (mis. Risograph)
2000-an Toner Nanopartikel Ukuran <5µm, bentuk bola sempurna Presisi tinggi, hemat energi
2010-an Inkjet Berbasis Pigmen Tinta dengan partikel pigmen tersuspensi Alternatif warna murah (untuk dokumen)

Periode Digital & Kompetisi (1990–Sekarang)

  1. Digital Copier (1990-an):
    • Mengganti sistem optik analog dengan scanner + laser diode.
    • Contoh: Xerox DocuTech (1990).
  2. Multifungsi: Fotokopi + printer + scanner + faks (contoh: Canon IR 8500, 2000).
  3. Inovasi Warna:
    • Teknologi xerografi 4-drum (CMYK) → fotokopi warna presisi tinggi.
  4. Pesaing Utama:
    • Canon: Pengembang teknologi laser untuk printer (paten Cartridge toner).
    • Ricoh & HP: Dominan di pasar mesin kantor digital.

Masa Kejayaan vs Penurunan

  • Puncak Kejayaan Xerox (1970-an): Menguasai 95% pasar AS, pendapatan $1 miliar (1968).
  • Penurunan (1980-an):
    • Gagal berinovasi di PC (padahal ciptakan antarmuka grafis pertama!).
    • Kompetisi ketat dari Canon, Ricoh, dan printer laser HP.
  • Era Modern: Fokus pada solusi dokumen digital (cloud printing, manajemen dokumen).

Teknologi Terkini (2020-an)

  1. Teknologi Hijau:
    • Toner bio-based (dari minyak nabati) dan mesin berdaya rendah.
  2. Connected Copier:
    • Integrasi dengan cloud (Google Drive, Dropbox) via Wi-Fi.
  3. Keamanan Data:
    • Fitur enkripsi dokumen dan penghapus data otomatis.
  4. AI & Otomasi:
    • Deteksi otomatis jenis dokumen + pengaturan optimal.

Fakta Unik

  • Mesin fotokopi Xerox 914 dianggap "produk paling sukses dalam sejarah industri AS" (Majalah Fortune, 1999).
  • Nama "Xerox" hampir jadi sinonim untuk "fotokopi" (seperti "Kleenex" untuk tisu).

🖨️🔍

Waktu dulu kaga mampu beli buku, fotokopi sebagian, semampunya, Salam kere 😀